Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2016

Robot Kucing

Awalnya robot dibuat untuk membantu meringankan tugas manusia, namun seiring perkembangan teknologi elektronika, komputer, dan intelegensi buatan (Artificial Intelligence/ AI) , kini robot dibuat bukan saja untuk membantu meringankan pekerjaan manusia tetapi juga dapat menjadi mainan dan objek hiburan lainnya.

Perkembangan microcontroller dan beragam komponen sensor pendeteksi di dunia elektronika sangat mendukung perkembangan dunia robotika di dunia. Hal ini terbukti dengan banyaknya robot ciptaan yang unik dengan teknologi super seperti robot naik sepeda, robot laba-laba, dan robot capung yang semuanya dirancang menyerupai binatang aslinya.

WildCat adalah nama robot kucing berkaki empat yang diciptakan atas bantuan dana para peneliti pertahanan DARPA. Robot kucing ini dapat berjalan dan berlari bukan saja seperti kucing liar tetapi juga cara berjalannya dapat menirukan binatang berkaki empat lainnya hingga mencapai kecepatan 26 kilometer per jam. Selain memiliki sumberdaya sendiri, …

Resistor Variabel

Resistor Variabel (VR/Variable Resistor) adalah komponen elektronika seperti resistor (tahanan) tetapi nilai resistansinya dapat bervariasi. Perubahan resistansi tersebut dilakukan dengan cara memutar bagian atas (knop) komponen tersebut. Satuan resistor variabel adalah Ohm (Ω). VR terdiri dari dua bagian resistor (sebut saja bagian atas dan bagian bawah) yang digabungkan. Total resistansi dari variable resistor adalah resistansi gabungan dari bagian atas dan bagian bawah yang nilainya tetap. VR tunggal (mono) mempunyai tiga kaki dan VR ganda (stereo) mempunyai enam kaki.

Ketika knop diputar searah jarum jam, resistansi bagian atas akan bertambah sampai batas maksimal dan resistansi bagian bawah aresistor variabel akan tetap karena merupakan gabungan (penjumlahan) bagian atas dan bagian bawah.

Perhatikan gambar di bawah! Jika R1 adalah resistor bagian atas dan R2 adalah resistor bagian bawah, maka nilai resistansi bagian atas diukur pada kaki T1 dan T2 dan untuk mengukur resistansi ba…

Sikring Listrik

Sikring listrik atau fuse adalah komponen elektronika sekaligus komponen listrik yang berfungsi sebagai pengaman dengan cara membatasi arus listrik yang mengalir. Nilai fuse (dalam satuan Ampere) harus disesuaikan dengan kebutuhan sistem yang akan diamankan, yakni tidak boleh terlalu rendah dari kebutuhan sistem apalagi lebih besar dari arus sistem.

Jika nilai sikring listrik lebih kecil dari kebutuhan sistem, maka sistem yang diamankan tidak akan bisa bekerja secara maksimal. Sebaliknya jika nilai fuse lebih besar dari kebutuhan sistem, maka fuse tersebut tidak lagi berfungsi sebagai pengaman.

Di dalam rangkaian listrik dan rangkaian elektronik, fuse dipasang seri, biasanya dihubungkan dengan saklar (switch). Jika terjadi kelebihan arus akibat kerusakan salah satu komponen, terjadi hubung singkat, atau kelebihan beban pada suatu sistem, maka fuse akan seacara otomatis putus.

Contoh, jika nilai fuse 500 mA (mili Ampere), maka fuse atau sikring tersebut hanya mampu mengalirkan arus mak…

Headphone, headset, earphone, dan handsfree

Headphone, headset, earphone, dan handsfree merupakan peralatan elektronik yang mempunyai kesamaan fungsi yakni sebagai media yang dapat mengubah arus listrik menjadi gelombang suara. Perangkat-perangkat tersebut dapat dengan mudah ditemukan di toko elektroni. Di antara pengguna masih ada yang belum mengetahui perbedaanya, bahkan di antaranya masih menyamakan keempat perangkat elektronik tersebut.

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai perbedaan headphone, headset, earphone, dan handsfree yang dikutif dari Surat Kabar Pikiran Rakyat Edisi Kamis 27 Maret 2014.

Apa itu Headphone?
Headphone adalah perangkat elektronik penyuara kuping yang memiliki penghubung seperti bando yang berfungsi sebagai penahan earphone agar menempel dan nyaman di telinga. Yang termasuk varian headphone adalah:
Full Size (Over Ear Headphone)
Headphone jenis ini memiliki penutup telinga berupa bantalan yang cukup besar sampai bagian telinga tertutup sempurna dan rapat sehingga suara yang terdengar akan lebih je…

Mengukur Kapasitor

Besarnya kapasitas komponen kapasitor dapat dilihat dari label yang tertera pada fisik komponen tersebut khususnya yang berkapasitas micro Farad (μF) sampai dengan mili Farad (mF). Misalnya 4700 μF 16 V artinya kapasitor/condensator tersebut mempunyai kapasitas 4700 micro Farad (μF) dengan voltage (tegangan) maximal 16 Volt. Untuk beberapa jenis kapasitor yang berkapasitas pico Farad (pF) sampai dengan nano Farad (nF) label pada fisik komponen hanya berupa angka atau kode warna sehingga untuk mengetahui kapasitasnya harus dengan cara mengkonversi kode angka atau kode warna yang tertera pada fisik komponen.

Cara lain untuk mengetahui besarnya kapasitas komponen kapasitor adalah melalui pengukuran menggunakan alat ukurcapacitance meter. Jika terjadi perbedaan antara hasil pengukuran dengan label yang tertera pada fisik komponen atau berdeda dengan hasil konversi kode angka atau kode warna, maka kemungkinan kapasisor/condensator tersebut rusak. Kerusakan pada komponen ini bisa berupa hub…

Menghitung Kapasitor

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui nilai kapasitas sebuah kapasitor (capacitor/ condensator) di antaranya dengan melihat kode warna kapasitor, kode angka kapasitor, atau melalui pengukuran menggunakan alat ukur capacitance meter. Besarnya kapasitas dari kapasitor yang sudah dihubungkan dengan kapasitor lain dalam sebuah rangkaian akan tergantung dari jenis rangkaian yang dibangun.

Jika kapasitor dirangkai secara seri maka akan berlaku rumus 1/CTotal = 1/C1 + 1/C2 + 1/Cn, sedangkan jika kapasitor-kapasitor tersebut dirangkai secara paralel maka kapasitas totalnya akan merupakan penjumlahan dari kapasitor-kapasitor yang ada yakni CTotal = C1 + C1 + Cn. Rumus untuk menghitung kapasitor ini adalah kebalikan dari rumus untuk mencari total resistansi komponen resistor. Untuk menghitung kapasitas dari deretan condensator pada rangkaian seri, rangkaian paralel, atau kombinasi keduanya dapat dilihat pada contoh-contoh di bawah:

Rangkaian Kapasitor Seri
Contoh 1 (pada rangka…

Kapasitor atau Condensator

Kapasitor atau condensator adalah salah satu komponen pasif elektronika yang mempunyai peran penting dalam suatu sistem rangkaian elektronika. Istilah lain dari Kapasitor adalah condensator, dalam bahasa Indonesia sering ditulis dengan kapasitor atau kondensator. Satuan kapasitor adalah Farad (F) dimana 1 Farad = 1.000 mF (mili Farad), 1 mF = 1.000 μF (micro Farad), 1 μF = 1.000 nF (nano Farad), dan 1 nF = 1.000 pF (pico Farad). Kapasitor dapat menyimpan arus listrik untuk sementara waktu dengan karakteristik dapat melalukan arus AC dan menahan arus DC.
Fungsi Kapasitor
Di dalam dunia elektronika (Electronics Technology), kapasitor atau condensator mempunyai banyak fungsi jika dikombinasikan dengan komponen elektronika lain di antaranya:
Sebagai penyaring (filter) pada rangkaian regulator DC atau power supply untuk meminimalisir tegangan ripple AC yang masih tersisa Sebagai pembangkit pulsa (frekuensi) dalam rangkaian oscilator Sebagai penggeser phasa Sebagai coupling yakni penghubung …

Mengukur Arus dan Tegangan Listrik

Untuk mengetahui kebenaran dari hasil perhitungan arus, tegangan, dan resistansi dapat dilakukan pengukuran menggunakan alat ukur yang sesuai baik dengan multimeter analog ataupun dengan multimeter digital. Sebelum melakukan pengukuran harus dirangkai terlebih dahulu komponen-komponen elektronika yang tipe dan besarannya sama ketika melakukan perhitungan. Contoh, gambar di bawah adalah rangkaian terutup yang terdiri dari sumber tegangan dan tiga buah resistor yang dirangkai seri. Jika dalam perhitungan V= 15 V, R1 = 1 KΩ, R2 = 4.7 KΩ, dan R3 = 10 KΩ, maka untuk membandingkan perhitungan dengan hasil pengukuran harus dirangkai komponen-komponen tersebut dengan nilai-nilai dan koneksi yang sama persis.

Komponen-komponen tersebut dapat dirakit (dipasang) pada PCB (Printed Circuit Board) dengan cara disolder atau dapat dipasang pada bread board atau project board. Komponen-komponen tersebut terdiri dari power supply DC 15 Volt (dipasang diluar) dan tiga buah resistor 1/2 Watt dengan warna…

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Cara Mengukur Resistor

Untuk mengetahui besarnya resistansi sebuah resistor dapat dilakukan dengan beberapa di antaranya dengan melihat label pada fisik komponen, dengan mengkonversi kode warna resistor, atau melalui pengukuran menggunakan multimeter (Ohm Meter). Jika jumlah resistor lebih dari satu kemudian dihubungkan satu sama lain, maka untuk mengetahui resistansi totalnya dapat dilakukan dengan rumus resistor seri, resistor paralel, atau resistor seri-paralel tergantung dari koneksi antar resistor tersebut. Selain dengan perhitungan, untuk mengetahui jumlah total resistansi dapat menggunakan alat ukur yang dipasang di setiap ujung rangkaian.

Mengukur resistansi satu buah resistor yang berdiri sendiri
Pada pengukuran ini probe (+) dan probe (-) multimeter diletakan (ditempelkan) di setiap ujung kaki resistor yang diukur.

Mengukur Satu Resistor

Mengukur satu buah resistor pada rangkaian seri
Cara mengukur resistor pada rangkaian seri yang terdiri dari dua buah resistor sama dengan cara sebelumnya. Pada gamb…

Cara Menghitung Resistor

Salah satu cara untuk mengetahui resistansi sebuah resistor adalah dengan membaca kode warna resistor, tetapi jika lebih dari satu resistor yang saling berhubungan, maka terlebih dahulu harus diketahui jenis koneksi antar resistor tersebut karena cara menghitung resistor totalnya pun berbeda. Berdasarkan interkoneksinya, rangkaian resistor terbagi tiga jenis yaitu:
Rangkaian Seri (Resistor dihubungkan secara seri/ berurutan) Rangkaian Paralel (Resistor dihubungkan secara paralel/ sejajar) Rangkaian Seri-Paralel (gabungan antara seri dan paralel)1. Rangkaian Resistor Seri
Rangkaian Resistor Seri
Pada rangkaian seri, resistor dihubungkan secara berderet (seri) dan untuk menghitung resistansi total dari gambar di atas adalah dengan menjumlahkan semua resistor yang ada yakni R1, R2, dan Rn.

RTotal = R1 + R2 + … Rn

RTotal = Resistansi total
R1 = Resistor ke-1
R2 = Resistor ke-2
Rn = Resistor ke-n

Contoh:
Jika terdapat R1 = 10 Ω, R1 = 20 Ω, dan R3 = 100 Ω kemudian dipasangsecara berderet (se…