Skip to main content

Cara Mengukur Resistor

Untuk mengetahui besarnya resistansi sebuah resistor dapat dilakukan dengan beberapa di antaranya dengan melihat label pada fisik komponen, dengan mengkonversi kode warna resistor, atau melalui pengukuran menggunakan multimeter (Ohm Meter). Jika jumlah resistor lebih dari satu kemudian dihubungkan satu sama lain, maka untuk mengetahui resistansi totalnya dapat dilakukan dengan rumus resistor seri, resistor paralel, atau resistor seri-paralel tergantung dari koneksi antar resistor tersebut. Selain dengan perhitungan, untuk mengetahui jumlah total resistansi dapat menggunakan alat ukur yang dipasang di setiap ujung rangkaian.

Mengukur resistansi satu buah resistor yang berdiri sendiri
Pada pengukuran ini probe (+) dan probe (-) multimeter diletakan (ditempelkan) di setiap ujung kaki resistor yang diukur.
Mengukur Resistor

Mengukur Satu Resistor


Mengukur satu buah resistor pada rangkaian seri
Cara mengukur resistor pada rangkaian seri yang terdiri dari dua buah resistor sama dengan cara sebelumnya. Pada gambar di bawah pengukuran dilakukan untuk R2 yang dipasang seri dengan R1. Pengukuran dapat langsung dilakukan dengan menempelkan probe (+) dan probe (-) di kedua ujung kaki R2.
Mengukur Resistor

Mengukur Resistor Pada Rangkaian Seri


Demikian juga jika akan melakukan pengukuran sebuah resistor pada rangkaian seri yang terdiri dari tiga buah resistor (R1, R2, dan R3) seperti terlihat pada gambar di bawah. Karena R1 dan R3 tidak terhubung satu sama lain, maka pengukuran untuk R2 dapat dilakukan langsung seperti cara mengukur resistor sebelumnya. Hal ini dikarenakan R1 dan R3 tidak akan mempengaruhi hasil pengukuran.

Mengukur Resistor

Mengukur Resistor Pada Rangkaian Seri


Mengukur resistor pada rangkaian seri paralel
Berbeda dengan cara sebelumnya, pada rangkaian paralel atau pada rangkaian seri-paralel hasil pengukuran dapat dipengaruhi oleh resistor lain yang saling terhubung sehingga untuk mengukur satu buah resistor, resistor lain yang terhubung secara paralel harus diputus terlebih dahulu. Pada gambar di bawah, R2 harus diputus terlebih dahulu sebelum mengukur R3 karena R2 dipasang paralel dengan R3. Pemutusan cukup dilakukan di salah satu titik A atau B.


Mengukur Resistor Pada Rangkaian Seri-Paralel


Cara Mengukur Resistor
  1. Sebelum melakukan pengukuran siapkan alat ukur analog atau digital
  2. Pastikan ujung-ujung probe (probe positif dan probe negatif) dan kaki-kaki resistor yang akan diukur dalam kondisi bersih
  3. Atur selector pada posisi Ohm Meter atau pada mode Ohm Meter jika menggunakan multimeter digital
  4. Letakan setiap probe pada kedua ujung kaki resistor (probe positif dan probe negatif boleh terbalik)
  5. Untuk multimeter analog, jarum penunjuk akan bergerak pada angka-angka yang merupakan nilai atau skala nilai dari resistor. Jika pergerakan jarum penunjuk tidak jelas, atur skala Ohm meter pada selector sampai didapat nilai yang mudah dibaca.
  6. Untuk multimeter digital, nilai resistansi akan langsung terlihat berupa angka-angka digital beserta satuannya. Jika terjadi OL (Over Load) pada display artinya pengukuran melebihi batas maksimal, jadi atur kembali range pengukuran sampai diperoleh nilai dari resistor yang diukur.
Jika nilai yang ditunjukan oleh jarum pada multimeter analog dan angka pada display multimeter digital tidak sesuai dengan nilai yang sebenarnya, artinya resistor tersebut sudah rusak. Ada tiga kondisi kerusakan pada resistor yaitu:
  1. Resistor putus (nilai resistansi tak tehinggal)
  2. Resistor hubung singkat (nilai resistansi Nol Ohm)
  3. Nilai resistansi di luar toleransi yang dipebolehkan
Demikian penjelasan singkat mengenai cara mengukur resistor menggunakan alat ukur. Semoga bermanfaat.

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam (Bagian I)

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam Allah menurunkan Al-Quran kepada umat manusia melalui nabi Muhammad SAW sebagai kitab suci terakhir untuk dijadikan pedoman hidup. Al-Quran yang tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya mengandung petunjuk-petunjuk yang dapat menyinari seluruh isi alam ini.

Sebagai kitab suci sepanjang zaman, Al-Quran memuat informasi dasar berbagai masalah termasuk informasi mengenai hukum, etika, science, antariksa, kedokteran dan sebagainya. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa kandungan Al-Quran bersifat luas dan luwes.

Mayoritas kandungan Al-Quran merupakan dasar-dasar hukum dan pengetahuan, manusialah yang berperan sekaligus bertugas menganalisa, merinci, dan membuat garis besar kebenaran Al-Quran agar dapat dijadikan sumber penyelesaian masalah kehidupan manusia.

Pada zaman Rasulullah, sumber hukum Islam ada dua yaitu Al-Quran dan As-Sunnah. Rasulullah selalu menunggu wahyu untuk menjelaskan sebuah kasus tertentu, namum apabila wahyu tidak turun, maka…