Skip to main content

Menghitung Kapasitor

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui nilai kapasitas sebuah kapasitor (capacitor/ condensator) di antaranya dengan melihat kode warna kapasitor, kode angka kapasitor, atau melalui pengukuran menggunakan alat ukur capacitance meter. Besarnya kapasitas dari kapasitor yang sudah dihubungkan dengan kapasitor lain dalam sebuah rangkaian akan tergantung dari jenis rangkaian yang dibangun.

Jika kapasitor dirangkai secara seri maka akan berlaku rumus 1/CTotal = 1/C1 + 1/C2 + 1/Cn, sedangkan jika kapasitor-kapasitor tersebut dirangkai secara paralel maka kapasitas totalnya akan merupakan penjumlahan dari kapasitor-kapasitor yang ada yakni CTotal = C1 + C1 + Cn. Rumus untuk menghitung kapasitor ini adalah kebalikan dari rumus untuk mencari total resistansi komponen resistor. Untuk menghitung kapasitas dari deretan condensator pada rangkaian seri, rangkaian paralel, atau kombinasi keduanya dapat dilihat pada contoh-contoh di bawah:

Rangkaian Kapasiror Seri
Rangkaian Kapasitor Seri

Contoh 1 (pada rangkaian seri)
Gambar di atas terdiri dari dua buah kapasitor (condensator) yang dirangkai seri. Jika C1 = 100 nF dan C2 = 10 nF maka untuk menghitung kapasitas totalnya adalah sebagai berikut:

1/CTotal = 1/C1 + 1/C2
1/CTotal = 1/100 + 1/10
1/CTotal = 1/100 + 10/100 (samakan penyebutnya)
1/CTotal = 11/100
CTotal = 100/11
CTotal = ±9.09 nF (nano Farad)
Rangkaian Kapasitor Paralel
Rangkaian Kapasitor Paralel

Contoh 2 pada rangkaian paralel
Gambar di atas adalah dua buah kapasitor yang dirangkai paralel. Jika C1 = 4700 μF dan C2 = 2200 μF maka untuk menghitung kapasitas totalnya adalah sebagai berikut:

CTotal = C1 + C2
CTotal = 4700 + 2200
CTotal = 6900 μF (micro Farad)

Rangkaian KapasitorSeriParalel
Rangkaian Kapasitor Seri Paralel

Contoh 3 (pada rangkaian seri-paralel)
Jika tiga buah kapasitor dirangkai secara seri-paralel seperti pada gambar di atas, maka untuk menghitung kapasitas totalnya harus menggunakan rumus seri dan rumus paralel seperti pada contoh 1 dan contoh 2. Jika C1 = 1000 μF, C2 = 500 μF, dan C3 = 500 μF, maka:

Cp = C2 // C3 (gunakan rumus kapasitor paralel)
Cp = C2 + C3
Cp = 500 + 500
Cp = 1000 μF

1/CTotal = 1/ C1 + 1/Cp (gunakan rumus kapasitor seri)
1/CTotal = 1/1000 + 1/1000
1/CTotal = 2/1000
CTotal = 1000/2
CTotal = 500 μF

Catatan:
Satuan kapasitor harus disamakan terlebih dahulu sebelum menghitung kapasitor (kapasitas total) yakni 1 μF = 1000 nF, 1 nF = 10000 pF, dan seterusnya

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…