Skip to main content

Cara Membuat Seblak

Seblak adalah salah satu makanan khas Bandung Jawa Barat. Meski kebanyakan orang Sunda namun penggemar makanan pedas ini tidak terbatas bagi orang Sunda saja. Suku-suku lain yang tinggal atau sekedar mampir berwisata ke kota Priangan ini banyak juga yang menyukainya makanan unuik ini.

Mayoritas penggemar makanan seblak ini adalah kaum hawa, mungkin karena rasanya yang pedas dan gurih. Seblak bukan makanan modern, bukan makanan mewah, dan bukan makanan cepat saji sehingga boleh dikata aman bagi tubuh jika dikonsumsi karena tidak mengandung bahan pengawet atau bahan kimia yang ada pada penyedap masakan.

Setiap hari penggemar makanan seblak terlihat semakin banyak mulai dari anak Sekolah Dasar sampai dengan orang dewasa, dari pelosok desa sampai ke pusat kota. Sepertinya tidak ada orang Bandung yang tidak kenal makanan seblak. Itu sebabnya kini banyak orang yang sengaja membuka kios atau warung kecil untuk berjualan seblak. Coba saja kita perhatikan ketika berada di lingkungan taman Tegallega, Alun-alun, bahkan di sekitar Balaikota pun banyak pedagang seblak yang tengah mencari rezeki melalui dagannya.

Berdasarkan cara memasak dan hasil siap sajinya, ada dua jenis makanan seblak dan keduanya tetap disukai yakni seblak basah dan seblak kering. Kelebihan seblak kering bisa disimpan lebih lama sehingga bisa dijual dalam jumlah banyak ke pedagang-pedagang eceran. Sedangkan kelebihan seblak basah bisa dimakan panas-panas.

Setiap pedagang umumnya menggunakan resep masakan seblak yang sama namum mereka biasanya mempunyai resep tambahan khusus sebagai ciri khas masing-masing pedagang untuk menarik konsumen. Mereka menyebutnya dengan resep rahasia seblak. Bahan-bahan seblak yang dimasak ada beberapa jenis misalnya kerupuk, makaroni, mie, dan sebagainya. Itu sebabanya ada beberapa nama seblak yang disesuikan dengan bahan-bahan tersebut di antaranya:
  1. Seblak Kerupuk
  2. Seblak Sosis
  3. Senlak Tulang
  4. Seblak Mie
  5. Seblak Tahu
  6. Seblak Sohu (Batagor Kering)
  7. Seblak Kwetiau
  8. Seblak Bihun
  9. Seblak Makaroni
  10. Seblak Baso
  11. Seblak Baso Ikan
  12. Seblak Basreng (Baso Goreng)
  13. Seblak Ceker Ayam
  14. Seblak Jengkol
Adapun bumbu dan penyedap masak yang umum digunakan adalah:
  1. Kencur (bumbu utama)
  2. Garam
  3. Merica (lada bubuk)
  4. Gula
  5. Penyedap Masakan
  6. Sambal (cabe rawit)
  7. Bawang Putih
Alat-alat masak yang digunakan untuk membuat seblak sangat sederhana dan mudah didapat yaitu:
  1. Wajan
  2. Kompor
  3. Spatula
Cara Membuat Seblak
  1. Panaskan wajan berisi air putih secukupnya di atas kompor gas. Beberapa pedagang seblak ada yang menggunakan minyak goreng.
  2. Masukan bahan-bahan seblak (tergantung jenis seblak yang akan dimasak) misalnya tahu, mie, kwetiau, makaroni, atau bihun.
  3. Aduk dengan merata.
  4. Masukan bumbu seblak seperti garam, gula, dan penyedap masakan lainnya. Kencur dan bawang putih biasanya sudah dipersiapkan dengan cara ditumbuk halus atau diblender.
  5. Masukan sambal atau cabe rawit jika menyukai pedas.
  6. Aduk dan tunggu sampai mengental.
  7. Angkat dan tiriskan
  8. Seblak basah siap dihidangkan (disajikan)
Cara membuat seblak oleh pedagang seblak di Cikalong Pangalengan


Jumlah bahan seblak dan bumbu seblak tergantung jumlah porsi yang akan disajikan. Harga seblah baik basah ataupun kering cukup beragam tergantung dari jumlah porsi dan kepopuleran pedagang. Namun demikian seblak dapat dibeli dengan harga mulai Rp2.000 rupiah (di pedesaan) sampai belasan ribu rupiah (di perkotaan).

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam (Bagian I)

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam Allah menurunkan Al-Quran kepada umat manusia melalui nabi Muhammad SAW sebagai kitab suci terakhir untuk dijadikan pedoman hidup. Al-Quran yang tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya mengandung petunjuk-petunjuk yang dapat menyinari seluruh isi alam ini.

Sebagai kitab suci sepanjang zaman, Al-Quran memuat informasi dasar berbagai masalah termasuk informasi mengenai hukum, etika, science, antariksa, kedokteran dan sebagainya. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa kandungan Al-Quran bersifat luas dan luwes.

Mayoritas kandungan Al-Quran merupakan dasar-dasar hukum dan pengetahuan, manusialah yang berperan sekaligus bertugas menganalisa, merinci, dan membuat garis besar kebenaran Al-Quran agar dapat dijadikan sumber penyelesaian masalah kehidupan manusia.

Pada zaman Rasulullah, sumber hukum Islam ada dua yaitu Al-Quran dan As-Sunnah. Rasulullah selalu menunggu wahyu untuk menjelaskan sebuah kasus tertentu, namum apabila wahyu tidak turun, maka…