Skip to main content

Kode dan Notasi Komponen Elektronika dan Listrik

Ampere
Dalam skema rangkaian listrik dan skema rangkaian elektronika, setiap komponen, power supply, dan koneksi digambar dalam simbol-simbol listrik dan elektronika sesuai dengan standar internasional yang berlaku. Pada simbol-simbol tersebut biasanya ditulis nilai dan kode singkatan komponen sebagai keterangan dan penjelas untuk mempermudah pembacaan dan analisa rangkaian.

Jika dalam suatu rangkaian terdapat komponen yang sama, maka notasi pada simbol tersebut diberi angka untuk membedakan suatu komponen dengan komponen lainnya. Di bawah ini adalah beberapa kode dan notasi komponen elektronika dan listrik yang sering digunakan.

Kode Singkatan Komponen Elektronika dan Komponen Listrik
NO
KOMPONEN
SINGKATAN
1
Attenuator
AT
2
Battery
BT
3
Bridge Rectifier (Dioda Bridge)
BR
4
Capacitor Network
CN
5
Capacitor/ Condensator
C
6
Crystal atau Oscillator
Y
7
DelayLine
DL
8
Display
DS
9
Ferrite Bead
FB or FEB
10
Fiducial
FD
11
Fuse, Sikring
F
12
Inductor
L
13
IC (Integrated Circuit)
U/ IC
14
Jack Connector (betina)
J
15
Link (Jumper)
JP
16
Loudspeaker atau Buzzer
LS
17
Mechanical Part seperti skrup
MP
18
Microphone, Mic
MK
19
Motor
M
20
Plug Connector (Jantan)
P
21
Power Supply (Sumber Tegangan)
PS
22
Relay
K
23
Resistor/ Tahanan/ Hambatan
R
24
Resistor Network
RN
25
Semua Dioda termasuk Dioda Zener dan LED
D
26
Switch (saklar)
S
27
Test Point
TP
28
Thermistor
RT
29
Thermocouple
TC
30
Transducer
X
31
Trafo/Transformer
T
32
Transistor (semua tipe)
Q
33
Tuner
TUN
34
Vacuum Tube (tabung hampa)
V
35
Variable Resistor (Potensiometer/Reostat/Trimpot)
VR
36
Varistor
RV
37
Zener Diode (Dioda Zener)
Z/ DZ

Kode dan Notasi Komponen Elektonika dan Komponen Listrik di Industri
NO
KETERANGAN
SINGKATAN
1
Aerial, Antenna
AE
2
Battery
B
3
Bridge Rectifier
BR
4
Capacitor
C
5
Cathode Ray Tube (Tabung Monitor)
CRT
6
Crystal
XTAL
7
Crystal, Ceramic Resonator
X
8
Digital Signal Processor
DSP
9
Dioda
D or CR
10
Field Effect Transistor
FET
11
Fuse, Sikring
F
12
Gas Discharge Tube
GDT
13
Inductor
L
14
Integrated Circuit
IC
15
Integrated Circuit (IC)
U
16
Jumper (Connector)
J
17
Junction Gate Field-Effect Transistor
JFET
18
Lampu Neon
Ne
19
Light Dependent Resistor
LDR
20
Light Emitting Diode
LED
21
Liquid Crystal Display
LCD
22
Magnetic Circuit Breaker
MCB
23
Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor
MOSFET
24
Microphone
Mic
25
Motor
M
26
Operational Amplifier
OP
27
Pickup
PU
28
Printed Circuit Board
PCB
29
Relay
RLA
30
Resistor
R
31
Silicon Controlled Rectifier
SCR
32
Speaker, Loud Speaker
LS
33
Switch, Saklar
SW
34
Test Point
TP
35
Thermistor
TH
36
Thin Film Transistor (display)
TFT
37
Transformer
XMER
38
Transformer, Transformator, Trafo
T
39
Transistor
Q
40
Transistor
Tr
41
Vacuum Fluorescent Display
VFD
42
Valve (tube)
V
43
Variable Capacitor
VC
44
Variable Resistor/ Potensiometer/ Trimpot
VR
45
Very Large Scale Integration
VLSI
46
Zener diode
Z or ZD

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam (Bagian I)

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam Allah menurunkan Al-Quran kepada umat manusia melalui nabi Muhammad SAW sebagai kitab suci terakhir untuk dijadikan pedoman hidup. Al-Quran yang tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya mengandung petunjuk-petunjuk yang dapat menyinari seluruh isi alam ini.

Sebagai kitab suci sepanjang zaman, Al-Quran memuat informasi dasar berbagai masalah termasuk informasi mengenai hukum, etika, science, antariksa, kedokteran dan sebagainya. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa kandungan Al-Quran bersifat luas dan luwes.

Mayoritas kandungan Al-Quran merupakan dasar-dasar hukum dan pengetahuan, manusialah yang berperan sekaligus bertugas menganalisa, merinci, dan membuat garis besar kebenaran Al-Quran agar dapat dijadikan sumber penyelesaian masalah kehidupan manusia.

Pada zaman Rasulullah, sumber hukum Islam ada dua yaitu Al-Quran dan As-Sunnah. Rasulullah selalu menunggu wahyu untuk menjelaskan sebuah kasus tertentu, namum apabila wahyu tidak turun, maka…