Skip to main content

Penjara Adalah Hotel Bagi Koruptor

Sahabat pasti sering mendengar atau menyaksikan berita dari berbagai media mengenai seorang pencuri kecil atau copet yang dihajar masa habis-habisan sampai babak belur. Tidak cukup sampai disitu, akibat perbuatannya ia harus mendekam di penjara untuk dihukum sesuai aturan yang berlaku di Indonesia padahal ia tidak sempat mengambil "dompet" Si Korban karena keburu kepergok masa.

Beberapa waktu lalu sempat terjadi seorang anak yang mencuri sandal jepit dan seorang nenek yang mengambil buah coklat yang jatuh. Mereka dihukum dengan tuntutan yang cukup berat jika dibandingkan dengan perbuatannya. Ya, itulah hukum, memang harus ditegakkan dengan benar dan adil. Siapapun pelakunya, apapun jabatannya, berapapun usianya, jika melakukan pelanggaran hukum, maka harus diadili sesuai aturan yang berlaku. Ideal memang, seorang penjahat atau pelanggar hukum diancam dengan hukuman yang setimpal.

Di banyak media, berita mengenai para pelanggar hukum kelas teri tidak sesering berita yang muncul mengenai koruptor, penjahat kelas kakap. Sekali "beraksi" seorang koruptor dapat merugikan ribuan bahkan jutaan orang sekaligus karena jumlah kekayaan yang mereka "copet" dengan cara yang elegan jumlahnya selangit. Itu baru seorang, bagaimana jika dua orang, bagaimana jika sepuluh orang, bagaimana jika koruptor tersebut jumlahnya sampai satu instansi yang dilakukan "berjama'ah"?

Kalau kita perhatikan di berbagai media cetak dan di media elektronik, hampir setiap saat kita mendengar kasus korupsi yang dilakukan pelaku kelas kakap yang nota bene adalah anggota dewan yang kita percaya sebagai suri tauladan dan public figur. Jika seorang koruptor saja bisa merugikan jutaan orang, artinya dalam waktu singkat negara Indonesia akan "mati kelaparan" karena kehabisan sumber daya, tapi nyatanya tidak. Ini membuktikan betapa kanyanya negara kita ini.

Lantas apakah para koruptor tersebut dihukum? Tentu saja, karena Indonesia adalah negara hukum, siapapun harus dihukum sesuai pelanggarannya termasuk para koruptor. Ironisnya, proses hukum yang dijalani pelaku kriminal kelas teri sangat mudah dan cepat, hukumannya pun jelas dan dapat kita saksikan. Berbeda dengan proses hukum kepada para koruptor kelas kakap yang sangat lamban, sepertinya hukum sangat "tumpul" terhadap mereka. Jika mereka di penjara sebagai bentuk hukuman terhadap perbuatannya, hukukannya tidak sama seperti pencuri ayam atau pencuri sandal jepit. Ruangan sel penjara tempat mereka dihukum sangat nyaman layaknya sebuah hotel atau apartemen. Dalam kasus tertentu, mereka bahkan bisa keluar masuk penjara selama menjalani masa hukuman.

Itulah sebabnya para koruptor semakin banyak bermunculan karena mereka tahu akan mendapatkan untung besar. Kenapa? setelah berhasil menggondol milyaran bahkan trilyunan rupiah, jika suatu saat ketahuan dan terkena hukum pun, mereka akan merasa tetap nyaman karena penjara adalah hotel bagi koruptor kelas kakap.

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…