Skip to main content

Dana Pensiun Bagi Anggota Dewan

Berita tentang anggota dewan sepertinya tidak pernah basi di telinga masyarakat Indonesia. Pasalnya, berita tentang positif dan negatif tentang mereka terus berubah layaknya update status di jejaring sosial.

Dukungan media cetak dan media elektronik mengakibatkan informasi yang berhubungan dengan anggota dewan sangat cepat tersebar di masyarakat. Hal ini tentu sangat wajar karena mereka adalah wakil rakyat, dan rakyat berhak tahu semua aktifitas dan kegiatan mereka ketika bertugas untuk memperjuangkan nasib rakyat. Bukankah mereka dipilih untuk memperjuangkan kepentingan rakyat?

Rakyat berhak bersuara dan berpendapat, namun demikian tentu tidak mungkin jika satu-persatu rakyat Indonesia ditanya pendapatnya. Selain karena terlalu banyak, usia dan pendidikan setiap orang pun tentu berbeda, disamping itu berapa lama waktu yang diperlukan untuk menampung seluruh aspirasi rakyat. Itulah perlunya suatu Dewan Perwakilan Rakyat untuk mewakili suara rakyat.

Rakyat memilih anggota dewan dengan harapan agar mereka dapat mewakili suara dan aspirasi rakyat sehingga pada akhirnya dapat membuat rakyat merasa aman, tentram, makmur, dan sejahtera. Idealnya, setiap anggota dewan dapat menampung setiap aspirasi rakyat yang telah memilihnya untuk disampaikan dalam rapat penyusunan undang-undang atau ketika membuat aturan dan kebijakan. Kenyataannya, banyak anggota dewan yang justru menyalah-gunakan jabatan yang mereka emban. Mereka sepertinya tidak peduli lagi amanat rakyat yang menjadi tanggungjawab mereka, padahal mereka dipercaya untuk berjuang demi rakyat.

Mengingat tugas berat dan tanggungjawab besar anggota dewan, rasanya wajar jika mereka diberi penghargaan untuk jasa yang telah mereka lakukan untuk rakyat berupa gaji dan dana pensiun yang cukup besar. Mereka (anggota dewan yang jujur dan profesional) tentu telah bekerja keras melalui skill dan bidang yang mereka kuasai untuk kepentingan rakyat. Rakyat tentu tidak akan iri jika mereka sudah merasa aman dan sejahtera dimana segala kebutuhan pokok mereka sudah terpenuhi. Jika hal ini dapat direalisasikan dengan baik, saya yakin rakyat tidak akan mempedulikan gaji atau dana pensiun bagi anggota dewan, berapapun besarnya. Yang jadi persoalan adalah "Bagaimana jika anggota dewan hanya mementingkan diri, keluarga, dan orang-orang terdekat saja?

Kalau kita perhatikan, justru sekarang banyak anggota dewan yang tidak lagi amanah dan lupa akan janji-jani mereka ketika kampanye. Mereka hanya membutuhkan suara rakyat tetapi tidak mau menyampaikan suara dan aspirasi rakyat dalam tugas mereka. Di antara mereka bahkan ada yang sedang menjalani pemeriksaan di pengadilan akibat tersandung kasus pelanggaran korupsi. Ironisnya ia masih mendapatkan gaji pokok anggota dewan sekitar 15 juta rupiah setiap bulannya. Ini yang dapat membuat geram dan memancing emosi rakyat yang dulu memilihnya. Bukannya berjuang untuk kesejahteraan rakyat, ia malah enak-enakan "memakan" uang negara yang notabene berasal dari rakyat.

Menurut sahabat, apakah masih pantas anggota dewan yang terbukti korupsi mendapat gaji pokok bulanan? Masih pantaskah dana pensiun bagi anggota dewan seperti itu? Masih perlukan kita memilih mereka di Pemilu 2014 nanti?

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…