Skip to main content

Unik, Robot Hirdolik dari Kardus (Card Board Hydraolic Arm) DIY

Kalau sahabat menyukai kerajinan tangan atau memilki hobi membuat sesuatu yang unik, jangan buang kardus bekas mie instan, bekas air meineral atau bekas kemasan suatu produk karena bisa dimanfaatkan untuk membuat sesuatu yang menarik seperti halnya Robot Hidrolik dari kardus.

Dengan tambahan beberapa bahan yang mudah diperoleh dan dengan bantuan peralatan yang sederhana, kardus bekas pun bisa diolah dan dijadikan karya seni. Meski robot tangan hidrolik (Hydrolic Arm Robot) di bawah terbuat dari bahan utama kertas kardus, tetapi masih bisa memegang dan memindahlan objek lain dengan berat yang sesuai.

Sumber tenaga dari robot ini bukan listrik atau battery tetapi dengan memanfaatkan teori dasar Fisika mengenai tekanan air dan udara. Setiap sendi robot digerakan dengan suntikan seperti halnya piston pada kendaraan berat (crane). Jadi robot tersebut digerakan manual oleh kita melalui suntikan-suntikan.

Semua suntkikan dibuat berpasangan untuk membuat tekanan satu sama lain. Ketika salah satu suntikan ditekan maka suntikan pasangannya akan bergerak mundur demikian juga sebaliknya. Jika suntikan ditarik, maka suntikan pasangannya akan bergerak maju.



Untuk membedakan antar pasangan, setiap suntikan diberi air dengan warna yang berbeda dan dihubungkan dengan selang plastik transparan. Adapun sendi-sendi yang berpungsi sebagai 'As' memakai tusuk gigi yang ditahan dengan kertasdan diberi perekat agar tidak lepas.

Terdapat empat pasang suntikan dengan fungsi gerak yang berbeda.
  1. Suntikan pertama berfungsi untuk memutar robot
  2. Suntikan kedua dan ketiga berfungsi untuk menaikan lengan
  3. Suntikan keempat berfungsi untuk memegang atau menjepit seperti halnya lengan (arm)
Jika sahabat tertarik untuk membuat robot tersebut di rumah, caranya dapat Anda saksikan melalui video di atas.

Bahan-bahan: 
  1. Suntikan (syringe) 
  2. Kardus (cardboard) 
  3. Selang Plastik 
  4. usuk Gigi 
  5. cecream Stick
  6. Tusuk Sate Kayu 
  7. Lem Bajar 
  8. Tie Rap (Cabe Tie) 
  9. 10 Gelas Air 
Peralatan: 
  1. Solder
  2. Pemanas Lem Bakar
  3. Tang 
  4. Pisau Cutter
  5. Gunting 
  6. Pensil/ Spidol
  7. Penggaris 
  8. Air
  9.  Pewarna 
  10. Kardus (Cardboard)
Semoga bermanfaat.
Selamat mencoba !


Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…