Skip to main content

Komponen Elektronika Dioda Zener

Dioda zener adalah komponen elektronika pasif yang masih merupakan keluarga dioda biasa. Jika pada dioda biasa arus listrik dapat mengalir secara forward dengan drop tegangan 0.2 – 0.7 (tergantung jenis bahan pembuatnya), dioda zener bekerja sebaliknya, yakni dipasang secara reverse (jika digunakan sebagai penstabil tegangan DC).

Besarnya drop tegangan pada dioda biasa yang dipasang forward akan tetap meskipun sumber tegangan diubah-ubah. Itu sebabnya dioda biasa sering digunakan sebagai komponen untuk menurunkan tegangan DC tanpa mengurangi kapasitas arus listrik dari sumber tersebut.

Dioda zener yang dipasang terbalik arah (reverse) yang diserikan dengan resistor untuk membatasi arus zener akan berfungsi sebagai penstabil tegangan DC (searah), namun demikian tegangan yang diberikan harus lebih besar dari tegangan zener. Jika dipasang forward, maka zener tidak lagi berfungsi sebagai penstabil tegangan tetapi akan bekerja seperti dioda biasa. Simbol dioda zener dapat dilihat di bawah ini.

Dioda Zener

Simbol Dioda Zener

Gambar di bawah adalah dioda zener yang dipasang reverse diserikan dengan sebuah resistor sebelum dihubungkan pada battery (sumber tegangan). Jika tegangan sumber (V) adalah 10 Volt DC dan tegangan zener adalah 3 Volt, maka tegangan keluaran (VOut) akan menjadi 3 Volt stabil hanya saja arusnya berkurang.

Rangkaian Dioda Zener

Rangkaian Dioda Zener

Di dunia elektronika, dioda zener sering dipakai pada rangkaian power supply atau regulator DC untuk menghasilkan tegangan DC stabil. Meskipun arus keluaran menjadi lebih kecil tetapi arus tersebut dapat dikuatkan kembali dengan rangkaian penguat arus. Besarnya tegangan DC yang dapat distabilkan bervariasi, tergantung dari tipe zener yang dirpoduksi. Label pada fisik dioda zener adalah besarnya tegangan searah yang dapat distabilkan.

Jika tegangan sumber lebih kecil daripada tegangan yang tertera pada label dioda zener, maka tegangan stabil output tidak akan tercapai. Contoh, dioda zener dengan tegangan 6 Volt dihubungkan seperti gambar di atas ke sumber tegangan DC 5 Volt, maka tegangan output (VOut) tidak akan menjadi 6 Volt tetapi hampir sama dengan tegangan sumbernya.

Yang perlu diperhatikan ketika pemasangan dioda zener pada rangkaian regulator adalah besarnya resistor seri dimana resistansinya harus dihitung berdasarkan kemampuan arus maksimal. Jika resistor yang dipasang telalu kecil, maka dapat menyebabkan dioda zener rusak karena kelebihan arus listrik.

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…