Monday, December 19, 2016

Komponen Elektronika Dioda Zener

Dioda zener adalah komponen elektronika pasif yang masih merupakan keluarga dioda biasa. Jika pada dioda biasa arus listrik dapat mengalir secara forward dengan drop tegangan 0.2 – 0.7 (tergantung jenis bahan pembuatnya), dioda zener bekerja sebaliknya, yakni dipasang secara reverse (jika digunakan sebagai penstabil tegangan DC).

Besarnya drop tegangan pada dioda biasa yang dipasang forward akan tetap meskipun sumber tegangan diubah-ubah. Itu sebabnya dioda biasa sering digunakan sebagai komponen untuk menurunkan tegangan DC tanpa mengurangi kapasitas arus listrik dari sumber tersebut.

Dioda zener yang dipasang terbalik arah (reverse) yang diserikan dengan resistor untuk membatasi arus zener akan berfungsi sebagai penstabil tegangan DC (searah), namun demikian tegangan yang diberikan harus lebih besar dari tegangan zener. Jika dipasang forward, maka zener tidak lagi berfungsi sebagai penstabil tegangan tetapi akan bekerja seperti dioda biasa. Simbol dioda zener dapat dilihat di bawah ini.

Dioda Zener

Simbol Dioda Zener

Gambar di bawah adalah dioda zener yang dipasang reverse diserikan dengan sebuah resistor sebelum dihubungkan pada battery (sumber tegangan). Jika tegangan sumber (V) adalah 10 Volt DC dan tegangan zener adalah 3 Volt, maka tegangan keluaran (VOut) akan menjadi 3 Volt stabil hanya saja arusnya berkurang.

Rangkaian Dioda Zener

Rangkaian Dioda Zener

Di dunia elektronika, dioda zener sering dipakai pada rangkaian power supply atau regulator DC untuk menghasilkan tegangan DC stabil. Meskipun arus keluaran menjadi lebih kecil tetapi arus tersebut dapat dikuatkan kembali dengan rangkaian penguat arus. Besarnya tegangan DC yang dapat distabilkan bervariasi, tergantung dari tipe zener yang dirpoduksi. Label pada fisik dioda zener adalah besarnya tegangan searah yang dapat distabilkan.

Jika tegangan sumber lebih kecil daripada tegangan yang tertera pada label dioda zener, maka tegangan stabil output tidak akan tercapai. Contoh, dioda zener dengan tegangan 6 Volt dihubungkan seperti gambar di atas ke sumber tegangan DC 5 Volt, maka tegangan output (VOut) tidak akan menjadi 6 Volt tetapi hampir sama dengan tegangan sumbernya.

Yang perlu diperhatikan ketika pemasangan dioda zener pada rangkaian regulator adalah besarnya resistor seri dimana resistansinya harus dihitung berdasarkan kemampuan arus maksimal. Jika resistor yang dipasang telalu kecil, maka dapat menyebabkan dioda zener rusak karena kelebihan arus listrik.

Komponen Elektronika Dioda Zener Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Yuda Isparela