Skip to main content

Induktor

Induktor atau coil adalah komponen pasif elektronika yang dapat meyimpan energi sementara yang timbuk akibat arus listrik yang melintasinya. Istilah lain dari induktor adalah coil, spul, lilitan, kumparan, dan inductor. Satuan induktor adalah Henry (H), 1 Henry = 1000 mH (mili Henry) dan 1 mH = 1000 μH (micro Henry. Induktor umumnya terbuat dari kawat tembaga yang dibentuk kumparan, intinya bisa udara atau bahan feromagnetik. Berdasarkan hukum Faraday, lilitan dapat membantu membangkitkan medan magnet yang cukup kuat. Umumnya induktor digunakan dalam sebuah rangkaian untuk memproses arus AC (bolak-balik).

Sebenarnya komponen elektronika pasif ini tidak hanya memiliki induktansi karena masih terdapat resistansi dan kapasitansi dari kawat penghantar pembuatnya. Di dunia elektronika induktor sering digunakan dalam mengolah sinyal oscilator pada pesawat radio dan sebagai filter untuk menyaring tegangan ripple (dengung) AC pada rangkaian power supply. Notasi induktor ditulis dengan huruf “l” kecil atau “L” besar. Di pasaran dapat ditemukan beragam induktor dan variannya yang digambarkan dengan simbol-simbol induktor sebagai berikut:
Simbol Induktor
Simbol Induktor
(Coil, Coil Core, Coil Trimmer)
Simbol Kumparan
Simbol Induktor
(Coil Trimmer With Shielded Tap)
Simbol Induktor
Simbol Induktor
(Coil Trimmer With Tap, Coil Trimmer Shielded)

Induktasi yang dihasilkan akibat efek medan magnet karean adanya arus listrik yang mengalir dipengaruhi oleh banyaknya lilitan, panjang kawat penghantar, diameter lilitan, dan inti. Induktansi sebuah induktor atau coil adalah jumlah gaya elektromotif untuk setiap perubahan arus listrik terhadap waktu. Contoh, induktor yang memiliki induktansi 1 Henry artinya dapat menimbulkan gaya elektromotif sebesar 1 Volt untuk setiap arus listrik sebesar 1 Ampere dalam satu detik.

Jika dua buah atau lebih induktor atau coil dipasang secara seri maka induktansi totalnya adalah penjumlahan dari masing-masing induktansi (L Total = L1 + L2 … + Ln), sedangkan jika dipasang secara paralel maka induktansi totalnya adalah 1/L Total = 1/L1 + 1/L2 …+ 1/Ln.

Pada rangkaian paralel, induktansi total tidak akan lebih dari induktansi terkecil dari salah satu induktor yang terpasang. Dengan demikian rumus untuk mencari total induktansi yang dipasang seri, paralel, atau seri-paralel sama dengan rumus untuk mencari resistansi total rangkaian resistor, hanya saja satuannya dalam Henry (H).

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…