Skip to main content

Simbol-simbol Listrik

Ketika sahabat akan membuat skema rangkaian listrik misalnya untuk membuat instalasi perkabelan di rumah atau bangunan baru, sebaiknya dibuat rancangan terlebih dahulu untuk meminimalisir kesalahan dan untuk memperlacar pemasangan terutama jika yang melakukan instalasi tersebut adalah orang lain. Rancangan tersebut biasanya dibuat dalam bentuk gambar yang disebut dengan simbol-simbol listrik. Selain untuk membuat rancangan instalasi, simbol-simbol listrik perlu diketahui untuk mempermudah pembacaan rangakaian instalasi listrik di tempat lain karena simbol-simbol ini telah distandarisasi dan akan sama di seluruh dunia.

Coba sahabat perhatikan di belakang mesin cuci atau di belakang lemari pendingin (kulkas), di sana biasanya ditempel keterangan berupa gambar instalasi perkabelan sederhana dalam bentuk simbol-simbol listrik untuk mempermudah perbaikan (reparasi) jika suatu saat terjadi kerusakan. Melalui simbol-simbol tersebut, orang yang melakukan perbaikan akan lebih mudah melacak dan menemukan. Warna, notasi, dan keterangan yang pada skema tersebut juga sangat membantu proses perbaikan jika suatu saat peralatan listrik tersebut mengalami kerusakan.

Simbol-simbol listrik umumnya dibentuk dari garis lurus, garis lengkung, persegi, dan lingkaran. Contoh, simbol fuse atau sikring diganbar dengan sebuah garis yang memotong persegi panjang. Contoh lain adalah motor listrik yang digambar dengan bentuk lingkaran dengan huruf “M” di tengah-tengahnya (M=Motor).

Sebenarnya ada beberapa simbol listrik yang sama persis dengan simbol elektronika seperti sambungan kabel (connection), saklar listrik, trafo (transformator) dan relay. Perbedaanya terletak pada spesifikasi masing-masing komponen. Di bawah ini adalah beberapa simbol-simbol listrik yang sering digunakan dalam sebuah sekema rangkaian listrik, semoga dapat dijadikan referensi.

Simbol Listrik
Simbol Soket Listrik (Stop-Contact)

Simbol Listrik
Simbol Saklar Listrik

Simbol Listrik
Simbol Connector AC (AC Plug)

Simbol Listrik
Simbol Motor Listrik

Simbol Listrik
Simbol Kapasitor, Fuse, Lilitan, dan Resistor

Simbol Listrik
Simbol Trafo dan Ground (GND)

Simbol Listrik
Simbol Switch, Valve, dan Resistor

Simbol Listrik
Simbol Relay

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam (Bagian I)

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam Allah menurunkan Al-Quran kepada umat manusia melalui nabi Muhammad SAW sebagai kitab suci terakhir untuk dijadikan pedoman hidup. Al-Quran yang tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya mengandung petunjuk-petunjuk yang dapat menyinari seluruh isi alam ini.

Sebagai kitab suci sepanjang zaman, Al-Quran memuat informasi dasar berbagai masalah termasuk informasi mengenai hukum, etika, science, antariksa, kedokteran dan sebagainya. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa kandungan Al-Quran bersifat luas dan luwes.

Mayoritas kandungan Al-Quran merupakan dasar-dasar hukum dan pengetahuan, manusialah yang berperan sekaligus bertugas menganalisa, merinci, dan membuat garis besar kebenaran Al-Quran agar dapat dijadikan sumber penyelesaian masalah kehidupan manusia.

Pada zaman Rasulullah, sumber hukum Islam ada dua yaitu Al-Quran dan As-Sunnah. Rasulullah selalu menunggu wahyu untuk menjelaskan sebuah kasus tertentu, namum apabila wahyu tidak turun, maka…