Skip to main content

Simbol-simbol Elektronika Digital

Simbol-simbol elektronika digital memiliki fungsi sama seperti halnya simbol-simbol elektronika analog dan simbol listrik yakni untuk mempermudah perancangan, analisa rangkaian, dan perbaikan sistem. Selain itu, penggunaan simbol dalam sebuah model/ rancangan dapat meminimalisir kerugian akibat rusaknya komponen karena proses analisa dilakukan bukan dalam bentuk komponen asli (secara fisik) tetapi berupa skema rangkaian elektronika.

Ada beberapa versi simbol-simbol elektronika digital, keduanya bisa digunakan dalam membuat skema karena sudah menjadi standar internasional. Di posting ini hanya dibahas beberapa simbol seperti simbol logic gate (gerbang dasar digital) sedangkan simbol-simbol lain berupa IC (Integrated Circuit) yang dibentuk dari simbol-simbil dasar akan dibahas di posting lain.

Bagi sahabat yang masih belajar di tingkat SMK khususnya jurusan Elektrnonika Industri atau sahabat kuliahan jurusan Teknik Elektro, simbol-simbol elektronika digital ini sebaiknya dikuasai karena akan mendukung pemahaman ketika menganlisa dan merancang suatu sistem rangkaian elektronika digital seperti rangkaian lampu berjalan, rangkaian jam digital, scoring board, dan lain-lain.

Selain kegunaan-kegunaan yang tadi disebutkan, pengetahuan terhadap simbol-simbol ini dapat membantu perancangan dan analisa sistem melalui berbagai perangkat lunak (software) simulasi seperti LiveWire, TinyCad, Altium, Edraw, dan software rancangan elektronika lainnya.

Teknik menghafal simbol-simbol elektronika digital sebenarnya lebih mudah daripada menghafal simbol elektronika analog karena banyak simbol yang dibentuk dari simbol yang lebih sederhana seperti simbol gerbang AND 4 input sama dengan simbol gerbang AND 2 input, yang berbeda hanyalah jumlah input-nya saja. Demikian juga dengan simbol gerbang NOR 4 input dan gerbang NOR 2 input. Lebih jelasnya dapat dilihat di bawah.
Gerbang Digital
Simbol Gerbang AND, NAND, OR, dan NOR Dua Input

Gerbang Digital
Simbol Gerbang AND (AND Gate) Dua Input, Tiga Input, dan Empat Input

Gerbang Digital
Simbol Gerbang NAND (NAND Gate) Dua Input, Tiga Input, dan Empat Input

Gerbang Digital
Simbol Gerbang NOT, Buffer, Schimitt Triggered, dan Tri-State-Driver

Gerbang Digital
Simbol Gerbang NOT, Buffer, dan Tri-Stare-Driver

Gerbang Digital
Simbol Gerbang OR, NOR, dan EX-NOR

Simbol Gerbang OR dan Gerbang NOR

Simbol Schimitt Triggered, Gerbang EX-OR, dan EX-NOR

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…