Skip to main content

Robot Laba-laba

Selain robot yang bisa berjalan, robot yang bisa berbicara, dan robot naik sepeda, sahabat dapat melihat robot laba-laba yang bisa bergerak seperti laba-laba asli. Bisa berputar, berjalan, menggerakan sebagian kakinya, dan banyak lagi gerakan yang justru laba-laba aslinya pun tidak pernah melakukan gerakan ini. Kenapa? Kuncinya ada di pengendali (manusia) yang mengatur setiap gerakan robot laba-laba melalui remote control sehingga gerakan yang terjadi adalah implemetasi dari instruksi yang diberikan manusia. Harga robot ini sekitar 499 USD yang dapat dibeli langsung melalui situs resminya di Robugtic, lengkap dengan surat-surat dan sertifikat yang diperlukan.

Robot laba-laba (Spider Octopod Robot) ini memiliki 26 motor yang dirancang pada setiap kaki dan tubuhnya. Tiga buah motor di setiap kakinya (3 x 8 = 24) dan dua motor pada perutnya jadi total motor yang digunakan adalah 26 motor (24+2). Motor-motor inilah yang dapat menggerakan tubuh dan kaki robot dengan gerakan yang halus seperti terlihat nyata, hanya saja matanya cuma satu. 

Melalui remote control, pengguna dapat menegendalikan robot dari jarak jauh dengan berbagai gerakan, misalnya berjalan, berputar, bahkan dapat bergerak meliuk-liuk seperti seorang penari salsa Gak percaya? Lihat saja videonya. Bagi sahabat penggemar robotika dan mempunyai hobi di bidang elektronika khususnya microcontroller, robot laba-laba ini dapat menjadi koleksi berharga bagi Anda. Siapa tahu dengan memiliki robot ini, dapat memberikan ide baru dan memotivasi untuk merancang-robot-robot lain yang tidak kalah keren. Pasti bisa!

Bentuknya yang kecil dan keluwesan dalam gerakan, robot laba-laba ini banyak digemari bukan saja oleh anak-anak sebagai mainan tetapi juga oleh orang dewasa penggemar robotika.

Gerakan Halus Robot Laba-laba


Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…