Skip to main content

Pengenalan Listrik

Istilah Listrik
Istilah Listrik
Pengenalan listrik khususnya mengenai istilah, sifat, dan manfaat listrik sebaiknya dipahami sedini mungkin jika bermaksud memperdalam pengetahuan di ranah kelistrikan dan elektronika. Pemahaman dasar ini akan bermanfaat ketika dihadapkan pada suatu proses kerja rangkaian dalam sebuah sistem, baik pada sistem lama (yang sudah ada) ataupun pada sistem baru yang akan dirancang.

Sudah dapat dipastikan bahwa kita sering mendengar istilah-istilah yang berhubungan dengan listrik termasuk peralatan listrik yang juga sering kita gunakan sehari-hari seperti mesin cuci, pompa air listrik, rice cooker, setrika, solder, lampu penerangan, dan masih banyak lagi peralatan listrik lainnya. Namun demikian banyak orang lebih merasakan manfaat listrik ketimbang mengetahui definisi listrik itu sendiri.

Listrik adalah salah satu sumber energi yang timbul akibat aliran muatan listrik dalam suatu media dari kutub positif ke kutub negatif. Media tersebut dapat berupa logam tembaga, aluminium, dan logam penghantar listrik lainnya yang pada umumnya berbentuk kabel. Muatan listrik ini dapat terjadi karena proses fisika yang salah satunya diakibatkan oleh induksi magnet sehingga listrik erat sekali kaitannya dengan elektromagnetisme. Sebaliknya, listrik juga dapat menghasilkan atau mengakibatkan banyak fenomena fisika yang sering kita saksikan seperti medan listrik, arus listrik, bahkan terjadinya petir pun karena adanya listrik.

Arus listrik tidak bisa dilihat denngan kasat mata tetapi dapat dirasakan ketika menyentuhnya terutama arus listrik yang cukup besar (high volatege). Sebuah mesin cuci dapat bekerja karena adanya arus listrik, pompa air listrik dapat berputar dan menyedot air karena adanya listrik, demikian juga rice cooker dapat menghasilkan panas dan memasak nasi karena adanya listrik. Besaran-besaran listrik seperti arus, tegangan, dan daya hanya dapat dilihat dan diukur melalui peralatan dan alat ukur listrik seperti dengan Volt Meter, Osciloscope, Ampere Meter, dan peralatan ukur lainnya. Namun demikian besaran-besaran listrik tersebut dapat diketahui melalui perhitungan. (Akan dibahas nanti)

Sifat-sifat Listrik
Pengenalan listrik berikutnya adalah mengenai sifat-sifat listrik. Poin ini tidak bisa dinomorduakan karena pemahaman terhadap siftar-sifat listrik akan sangat membantu ketika merancang dan menganalisa suatu sistem.

Ketika arus listrik mengalir pada sustu media yang mempunyai resistansi (hambatan/ tahanan), maka panas akan dilepaskan. Semakin besar arus listrik yang mengalir (dalam satuan Ampere), panas yang dilepaskan pun semakin besar (berlipat). Peerubahan energi listrik menjadi panas ini dapat kita lihat pada elemen solder, kompor listrik, dan setrika listrik.

Listrik membutuhkan media penghantar yang bersifat konduktor untuk dapat mengalirkan arus misalnya logam tembaga dalam kabel listrik, aluminium, kuningan, dan logam penghantar lainnya. Semakin kecil resistansi suatu media penghantar, semakin besar arus yang mengalir. Hal ini dapat kita analogikan seperti aliran sungai dimana semakin banyak hambatan dalam sungai yang berupa bebatuan, semakin kecil aliran air di sungai karena terhambat batu, demikian juga sebaliknya. Aliran sungan adalah arus listrik sedangkan bebatuan adalah hambatan (resistansi).

Listrik selalui mengalir dari potensial yang lebih tinggi ke potensial yang lebih rendah. Perbedaan potensial ini disebut dengan tegangan (Voltage) dengan satuan Volt (V). Semakin tinggi perbedaan potensial maka semakin besar tegangannya. Pada arus searah (DC), listrik akan mengalir dari kutub positif (potensial tinggi) ke kutub negatif (potensial rendah), demikian juga pada arus bolak-balik (AC), arus listrik akan mengalir dari phase (potensial tinggi) ke netral atau ke ground (potensial rendah). Itu sebabnya ketika tangan seseorang tersengat listrik (terkena strum) maka ia akan dialiri arus listrik dari tangan melalui tubuh kemudian ke bagian kaki menuju tanah (ground) karena sifat listrik tadi.

Manfaat Listrik
Setelah memahami istilah-istilah dan sifat-sifat listrik, pengenalan listrik berikutnya adalah mengenai fungsi dan manfaat listrik dalam bentuk peralatan yang menggunakan listrik sebagai sumber energinya. Banyak sekali manfaat listrik yang dapat membantu manusia untuk membantu atau meringankan pekerjaan sehari-hari seperti perangkat-perangkat berikut:
  1. Mesin Cuci, bekerja melalui putaran motor listrik untuk meringankan manusia mencuci pakaian
  2. Motor Listrik, banyak digunakan di industri-industri sebagai penggerak mesin dan peralatan industri lainnya
  3. Kompor Listrik, mengubah energi listrik menjadi panas sebagai alternatif kompor gas dan kompor minyak
  4. Pompa Air Listrik, putaran motor dan kipasnya dapat meyedot air dengan kedalaman tertentu kemudian mengalirkannya sampai dengan ketinggian tertentu
  5. Solder, elemennya dapat mengubah listrik menjadi panas untuk membantu para teknisi elektronik menghubungkan kompenen elektronika pada PCB (Printed Circuit Board)
  6. Setrika Listrik, elemen pada setrika mengubah energi listrik menjadi energi panas yang dapat menggantikan setrika arang untuk merapikan pakaian yang sudah kering
  7. Kereta Api Listrik, sebagai alat transfortasi tanpa bahan bakar minyak dengan mengubah arus listrik menjadi putaran motor pada mesin kereta api
  8. Lampu-lampu penerangan, mengubah arus listrik menjadi cahaya untuk menerangi tempat-tempat gelap
  9. Escalator dan Lift, membantu memindahan orang atau barang dari satu lantai ke lantai lainnya dengan cepat di sebuah gedung bertingkat
Demikian beberapa pengenalan listrik yang harus diketahui sebelum terjun lebih jauh mendalami dunia kelistrikan yang akan dibahas pada posting berikutnya.

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…