Skip to main content

Istilah-istilah Elektronika

Rangkaian Elektronika
Seperti halnya istilah listrik, pengetahuan tentang istilah-istilah elektronika pun perlu diketahui oleh para praktisi di bidang elektronika termasuk para pelajar SMK khususnya Jurusan Elektronika, Jurusan Elektronika Industri, dan Teknik Transmisi. Jangan sampai terjadi seorang teknisi elektronika yang tidak mengetahui apa itu saklar, apa itu power supply, atau apa itu multimeter sehingga tidak bisa menjelaskan dengan benar suatu proyek atau sistem rangkaian elektronika.

Memang tidak semua istilah-istilah elektronika wajib diketahui, tetapi ada beberapa di antaranya yang sangat direkomendasikan untuk diketahui demi keperluan penganalisaan, perbaikan, ataupun perancangan. Istilah-istilah lainnya diperlukan sesuai kebutuhan subjek yang bersangkutan sesuai dengan bidang pekerjaannya.

Ada beberapa istilah elektronika yang persis sama dengan istilah listrik seperti arus listrik, tegangan listrik, dan sebagainya. Hal-hal mendasar seperti itulah yang sebenarnya wajib diketahui oleh para praktisi elektronika termasuk oleh sahabat yang gemar atuu mempunyai hobi di bidang elektronika. Di bawah ini adalah beberapa istilah elektronika yang perlu diketahui.
  1. Ampere (A): Satuan arus listrik
  2. Volt (V): Satuan tegangan listrik
  3. Watt (W): Satuan daya listrik
  4. Multimeter: Alat ukur satuan elektronika yakni arus, tegangan, dan resistansi
  5. Switch/ Saklar Elektronika: Alat yang berfugsi untuk memutuskan dan menghubungkan arus listrik
  6. Oscilloscope: Alat untuk mengukur dan melihat bentuk gelombang listrik
  7. Hertz (Hz): Satuan frekuensi. 1 KHz (Kilo Hertz) = 1.000 Hz, 1 MHz (Mega Hertz) = 1.000 KHz
  8. Frekuensi: Banyaknya gelombang yang terjadi setiap detik
  9. Delay: Waktu tunda
  10. Logic Gate: Gerbang logika yaitu gerbang-gerbang digital dasar dalam elektronika digital seperti AND Gate, OR Gate, dan NOT Gate
  11. Trafo/Transformator: Alat atau komponen elektronika yang berfungsi untuk menurunkan dan menaikan tegangan listrik bolak-bali (AC)
  12. Coil/Spul: Lilitan induktor yang terbuat dari kawat tembaga
  13. Henry (H): Satuan induktor. 1H = 1.000 mH (mili Henry)
  14. Ohm: Satuan resistansi. 1 KOhm (Kilo Ohm) = 1.000 Ohm, 1 MOhm (Mega Ohm) = 1.000 KOhm
  15. Paralel: Sejajar
  16. Seri/ Serial: Berderet
  17. IC (Integrated Circuit): Komponen elektronika yang merupakan kombinasi dari banyak komponen semikonduktor
  18. PCB (Printed Ciscuit Board): Papan tembaga yang berfungsi untuk menempelkan dan menghubungkan komponen elektronika dengan cara disolder.
  19. Schema: Gambar rangkaian elektronika berupa simbol-simbol elektronika
  20. Power Supply: Sumber tegangan atau sumber arus
  21. DC (Direct Current): Arus searah
  22. AC (Altertative Current): Arus bolak-balik
  23. GND (Ground): tegangan rendah (0)
  24. Logic 1: Tegangan dengan level tinggi/ high yaitu 5 Volt untuk IC jenis TTL
  25. Logic 0: Tegangan dengan level rendah/ low atau nol Volt
  26. Jumper: Penghubung
  27. Short Circuit: Hubung singkat
  28. Positif (+): Polaritas positif
  29. Negatif (-): Polaritas negatif
  30. Load: Beban dari sebuah rangkaian elektronika
  31. Adaptor: Sama dengan Power Supply
  32. Timer: Pewaktu
  33. Breadboard (Project Board): Alat untuk merancang rangkaian elektronika berupa konektor-konektor yang dirancang sedemikian rupa sehingga berupa garis-garis vertikal dan horizontal. Fungsinya untuk melakukan perancangan dan tes sebuah rangkaian sebelum dipindah ke PCB
  34. Feedback: Umpan Balik
  35. Input/In: Masukan
  36. Output/ Out: Keluaran
  37. Filter: Penyaring/ saringan
  38. Coupling: Penghubung
  39. Amplifier: Penguat
  40. PreAmp: Penguat awal
  41. Forward: Satu arah dengan polaritas
  42. Reverse: Berlawanan dengan polaritas
  43. Emitor, Basis, Collector: Kaki-kaki transistor
  44. Counter: Penghitung/ pencacah
  45. Flip-flop: Rangkaian digital yang mempunyai dua kondisi (0 dan 1)

Istilah-istilah elektronika lainnnya akan dijelaskan secara bertahap pada posting lain khususunya istilah-istilah yang berhubungan dengan komponen elektronika.

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam (Bagian I)

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam Allah menurunkan Al-Quran kepada umat manusia melalui nabi Muhammad SAW sebagai kitab suci terakhir untuk dijadikan pedoman hidup. Al-Quran yang tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya mengandung petunjuk-petunjuk yang dapat menyinari seluruh isi alam ini.

Sebagai kitab suci sepanjang zaman, Al-Quran memuat informasi dasar berbagai masalah termasuk informasi mengenai hukum, etika, science, antariksa, kedokteran dan sebagainya. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa kandungan Al-Quran bersifat luas dan luwes.

Mayoritas kandungan Al-Quran merupakan dasar-dasar hukum dan pengetahuan, manusialah yang berperan sekaligus bertugas menganalisa, merinci, dan membuat garis besar kebenaran Al-Quran agar dapat dijadikan sumber penyelesaian masalah kehidupan manusia.

Pada zaman Rasulullah, sumber hukum Islam ada dua yaitu Al-Quran dan As-Sunnah. Rasulullah selalu menunggu wahyu untuk menjelaskan sebuah kasus tertentu, namum apabila wahyu tidak turun, maka…