Skip to main content

Cara Membuat Gelang

Gelang bagi kaum hawa adalah perhiasan yang sudah biasa dan bukan merupakan hal spesial.Inin tentunya karena mereka sudah terbiasa mengenakannya. Beragam model gelang dari berbagai bahan baku dampai saat ini dapat dengan mudah ditemukan di toko perhiasan dan aksesoris wanita. Bahkan seiring perkembangan teknologi internet dan komunikasi, kini gelang dapat dibeli melalui internet via komputer (PC), tablet, laptop, dan gadget lainnya. Transaksinyapun dapat dilakukan secara online melalui transfer bank, credit card, Paypal, dan pembayaran online lainnya. Di bawah ini akan dijelaskan cara membuat gelang sederhana yang terbuat dari bahan baku yang mudah ditemukan di pasar.

Langkah-langkah umum cara membuat gelang:
Berikut ini adalah langkah-langkah yang umum dilakukan sebelum membuat gelang baik gelang sederhana ataupun gelang elegan yang mewah namun masih dikerjakan secara manual dengan tangan (handmade).
  1. Persiapkan bahan baku yang diperlukan untuk pembuatan gelang seperti benang jahit, benang nilon, benang karet, kancing, mute (manik-manik), manik-manik mutiara, pita, dan aksesoris lain yang diperlukan.
  2. Persiapkan alat-alat yang dibutuhkan seperti gunting kertas atau gunting kain dan jarum jahit.
  3. Siapkan tempat yang nyaman untuk bekerja.
  4. Mulai proses pembuatan gelang.
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat gelang tentunya disesuaikan kebutuhan misalnya gelang kancing, gelang manik-manik, gelang mutiara, dan sebagainya. Kancing hias, manik-manik, atau manik-manik mutiara disusun sedemikian rupa dalam satu ikatan benang menggunakan jarum jahit. Setelah diperkiran ukuran lingkar gelang cukup, maka setiap ujungnya diikat dengan kuat. Proses pembuatanpun selesai.

Bagaimana? Mudah bukan?
Lebih jelasnya dapat dilihat melalui beberapa video tutorial cara membuat gelang sederhana dari bahan-bahan yang telah disebutkan tadi.


Cara Membuat Gelang dari Kancing dan Pita


Cara Membuat Gelang Sederhana


Cara Membuat Gelang dari Aneka Manik-manik


Cara Membuat Gelang dari Manik-manik Mutiara

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…