Skip to main content

Kerusakan pada Printer Inkjet Epson

Seperti halnya printer Inkjet Canon, kerusakan pada printer Inkjet Epson suatu saat juga bisa terjadi, hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor seperti usia pemakaian, kesalahan penggunaan merk tinta, atau karena penggunaan kertas yang terlalu tebal. Di bawah ini adalah beberapa informasi mengenai kerusakan pada printer Inkjet Epson dan penyebabnya khusus untuk tipe Epson TX 121, Epson T 13, Epson R230,  Epson L100, dan Epson L200. Informasi ini diperoleh dari salah satu tempat reparasi printer di ITC Bandung.

Printer Epson tidak bisa menarik kertas saat cetak atau kertas sulit untuk ditarik, kertas hanya bisa ketarik jika dibantu dorongan tangan secara manual. Penyebab kerusakan ini terjadi karena faktor usia, penggunaan kertas yang terlalu tebal, atau karena printer disimpan di tempat berdebu seperti di pinggir jalan yang dapat mengakibatkan penarik kertas rusak, aus, atau kotor.

Printer Epson mati total dan lampu indikator tidak menyala sama sekali. Kondisi printer seperti ini bisa karena kerusakan kabel power sehingga tidak ada sumberlistrik yang masuk ke printer. Kemungkinan lain adalah rusaknya motherboard printer akibat faktor usia atau karena kesalahan pengoperasian yang tidak sesuai dengan peosedur.

Ketika printer Epson dinyalakan, catridge bergerak normal namun kemudian diam diikuti lampu merah menyala kedap-kedik (blink) dengan cepat seperti pada Epson Stylus Photo R230. Penyebabnya karena sensor yang letaknya di bawah catridge rusak, kotor, atau terhalang tinta.

Hasil cetak pada printer Epson tidak sesuai karena ada satu atau beberapa warna yang tidak keluar ketika proses pencetakan. Kondisi ini bisa diakibatkan karena tinta yang bersangkutan habis, ada jalur tinta yang tersumbat akibat adanya tinta kering yang menghalangi jalur tinta, atau bisa juga karena ada selang infus yang terlipat, terjepit, atau bocor (jika printer sudah dimodifikasi dengan tinta infus).

Fan Belt putus sehingga catridge tidak bisa bergerak. Kondisi ini bisa disebabkan karena gerakan catridge terhalang selang infus yang terkait, melipat (terpasang tidak normal) atau bisa juga karena ada benda asing yang menghalangi gerakan catridge printer ketika printer dioperasikan.

Lampu indikator kedap-kedip (blink). Sebenarnya ini bukanlah kerusakan tetapi karena jumlah poin maksimal cetak (print point) sudah tercapai sehingga perlu diganti dengan catridge baru original. Namun jika printer sudah dimodifikasi dengan tinta infus, maka dapat dilakukan reset printer dengan bantuan software resetter printer Epson.

Bagian dalam printer banjir oleh tinta. Kondisi ini bisa disebabkan oleh bocornya selang pembuangan atau lepas sehingga tinta tidak mengalir ke botol pembuangan. Jika printer belum dimodifikasi dengan tinta infus, kemungkinan karena faktor usia pemakaian sehingga busa/sponge hitam di dalamprinter tidak bisa lagi menampung tinta pembuangan.

Hasil cetak printer Epson terdapat garis lurus vertikal. Penyebabnya bisa karena head print yang sudah rusak akibat usia pemakaian dan saatnya untuk diganti.

Ketika proses cetak, banyak kertas yang ketarik (lebih dari satu lembar). Kondisi ini bisa disebabkan karena penarik kertas sudah aus akibat pemakaian, kotor, atau karena penggunaan kertas yang terlalu tebal.

Komputer tidak mengenali salah satu atau beberapa catridge pada printer Epson TX 121 yang ditandai tanda silang pada printer properties. Penyebab kondisi ini adalah salah satu atau beberapa chip pada catridge yang bersangkutan sudah rusak atau kotor.

Beberapa jenis kerusakan printer inkjet Epson yang telah saya sebutkan di atas tentunya tidak mutlak dan setiap pengguna biasanya mempunyai pengalaman yang berbeda. Semua jenis kerusakan tadi hanyalah pengalaman penulis dan hasil diskusi dengan salah satu teknisi di tempat service komputer di ITC Bandung.

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam (Bagian I)

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam Allah menurunkan Al-Quran kepada umat manusia melalui nabi Muhammad SAW sebagai kitab suci terakhir untuk dijadikan pedoman hidup. Al-Quran yang tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya mengandung petunjuk-petunjuk yang dapat menyinari seluruh isi alam ini.

Sebagai kitab suci sepanjang zaman, Al-Quran memuat informasi dasar berbagai masalah termasuk informasi mengenai hukum, etika, science, antariksa, kedokteran dan sebagainya. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa kandungan Al-Quran bersifat luas dan luwes.

Mayoritas kandungan Al-Quran merupakan dasar-dasar hukum dan pengetahuan, manusialah yang berperan sekaligus bertugas menganalisa, merinci, dan membuat garis besar kebenaran Al-Quran agar dapat dijadikan sumber penyelesaian masalah kehidupan manusia.

Pada zaman Rasulullah, sumber hukum Islam ada dua yaitu Al-Quran dan As-Sunnah. Rasulullah selalu menunggu wahyu untuk menjelaskan sebuah kasus tertentu, namum apabila wahyu tidak turun, maka…