Skip to main content

Kepemimpinan dalam IT (bagian 3)

Lanjutan dari Kepemimpinan dalam IT (bagian 2)

Skenario Disiplin (Disclipline)

Dalam kepemimpinan (leadership), disiplin adalah proses pengontrolan kebiasaan, tingkah laku, dan aktivitas seseorang baik melalui motivasi diri (self motivation), melalui pengajaran ataupun melalui hukuman.

Contoh Kasus
Pagi ini sekitar pukul 6.00 perusahaan SolutiaCorp terkena serangan hacker (malicious hacker). Setelah menjelajah konten internal melalui website, hacker tersebut berhasil mengakses database yang berisi data-data rahasia penting perusahaan seperti data kartu kredit, informasi keamanan para customer, dan asuransi kesehatan para karyawan. Setelah mengetahui kejadian tersebut, departemen IT langsung menutup jaringan komputer dan memulai investigasi forensik.

Dari kasus ini para manager melakukan tindakan-tindakan yang berhubungan dengan kedisiplinan di perusahaan sebagai berikut:

Tindakan John Malcom
John Malcom adalah wakil presiden di perusahaan tersebut dengan pengalaman tertinggi namun dalam kasus ini kemampuan tekniknya tidak diketahui. Ia melaporkan kejadian ini kepada presiden (atasannya) dan memanggil semua kepala departemen yang berada di bawahnya yakni James (Manager Help Desk) yang baru bekerja kurang dari enam bulan dengan pengalaman teknik yang tinggi, Susan sebagai manager Quality Control paling senior dan sudah bekerja selama lebih dari 20 tahun tetapi mempunyai pengalaman teknik yang rendah, dan Sharon sebagai Manager IT dengan pengalaman teknik yang tinggi tetapi dalam kasus ini tidak diketahui berapa lama ia bekerja.

John Malcolm meminta mereka untuk mendisiplinkan karyawan di setiap departemen dan mengharapkan mereka agar melakukan pemeriksaan kinerja. Di akhir pertemuan ia berkata "Saya kecewa pada kalian semua!".

Tindakan James
  1. Marah kepada bawahannya sambil meukulkan tangan dan meminta setiap karyawan untuk tidak mengangkan telpon ketika ia berbicara
  2. Menginformasikan kepada bawahannya bahwa telah terjadi insiden penyusupan hacker
  3. Meminta bawahannya agar tidak langsung pulang selesai jam kerja untuk membicarakan insiden ini
Tindakan Susan
  1. Meminta bawahannya untuk meeting di sekitar watelcoller
  2. Menginformasikan masalah penyusupan hacker
  3. Meminta bawahannya agar tenang tetapi tetap waspada dalam menghadapi masalah ini
  4. Memerintahkan masing-masing karyawan untuk membuat laporan mengenai kejadian ini untuk meningkatkan keamanan dan perbaikan di masa yang akan datang
Tindakan Sharon
  1. Mengirim email ke setiap karyawan bawahannya dan menginformasikan kejadian ini
  2. Meminta setiap karyawan bawahannya agar melakukan langkah-langkah sebagai tindakan keamanan setiap kali sebelum pulang kerja
  3. Membuat draft tentang langkah-langkah keamanan tersebut yang akan diinformasikan lagi besok

Kesimpulan

Dari setiap tindakan yang dilakukan John Malcom, James, Susan, dan Sharon terhadap bawahannya menurut Steven John dalam bukunya  "The IT Professional's Business and Communication Guide" adalah sebagai berikut:

Tindakan John Malcom
  1. Melaporkan kejadian ini kepada atasannya adalah hal yang wajar dalam sebuah perusahaan. Ini adalah hubungan baik antar atasan dan bawahan.
  2. Kesalahan yang dilakukan John Malcom adalah berkata "Saya kecewa terhadap kalian semua!" di akhir pertemuan. Tindakan ini untuk beberapa orang dapat menjadi pemicu kemarahan berikutnya kepada bawahannya.
Tindakan James
James telah melakukan dua kesalahan krusial yaitu:
  1. Marah dan memukulkan tangan di atas meja. Hal ini dapat menurunkan tren dan popularitasnya
  2. Meminta bawahannya agar tidak pulang setelah selesai jam kerja. Hal ini adalah suatu tindakan yang menyamakan pekerjaan dengan hukuman
Tindakan Susan
  1. Mengumpulkan karyawan dan mengadakan meeting adalah tindakan yang baik bagi seorang manager.
  2. Menginformasikan insiden juga merupakan tindakan yang baik agar semua karyawan lebih berhati hati.
  3. Meminta agar tenang tetapi tetap waspada. Hal ini adalah tindakan baik bagi seorang pemimpin untuk membuat para karyawan tetap tetang tetapi lebih waspada di kemudian hari
  4. Memerintahkan karyawannya untuk membuat laporan. Ini adalah tindakan paling brilian yang dilakukan Susan untuk kemajuan perusahaan di masa yang akan datang
  5. Kesalahan Susan adalah meminta karyawannya berkumpul di sekitar watercoller. Dalam kedisiplinan, mengadakan rapat (meeting) di tempat informal adalah tindakan yang kurang baik karena karyawan akan merasa seperti tidak berkeja dan tidak serius. Tindakan ini terlihat seolah-olah Susan ingin lebih didekati bawahannya
Tindakan Sharon
Sharon telah melakukan kesalahan yang cukup serius yaitu:
  1. Tidak mengadakan meeting seperti ang dilakukan departemen lain
  2. Memilih media yang kurang baik untuk menyampaikan pesan yakni melalui email sehingga karyawan akan merasa kurang dihargai
  3. Melakukan tindakan sedikit mengokang (memaksa) dengan menyuruh karyawannya untuk melakukan langkah-langkah keamanan sebelum pulang kerja
Bersambung ke "Kepemimpinan dalam IT bagian 4"

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…