Skip to main content

Kepemimpinan dalam IT (bagian 2)

Lanjutan dari Kepemimpinan dalam IT (bagian 1)

Skenario: Otoritas (Authority)

Otoritas adalah kekuasaan yang didelegasikan secara formal. Hal ini termasuk hak untuk memerintah dalam situasi tertentu, memanfaatkan sumber daya, memberikan perintah untuk ditaati, dan selalu disertai tanggungjawab terhadap tindakan orang-orang yang berada di bawahnya (termasuk tindakan positif dan negatif).

Contoh Kasus:
John dan George adalah dua karyawan baru di perusahaan besar CompyCorp. Mereka cepat beradaptasi di perusahaan tersebut termasuk beradaptasi dengan karyawan, atasan, dan lingkungan tempat mereka bekerja. John dan George cepat menguasai pekerjaan pokok dan sangat menikmati pekerjaan mereka di perusahaan tersebut dengan gaji yang sangat memadai.

Suatu hari mereka keluar untuk makan siang sesuai dengan jam makan siang yang diberikan perusahaan. Jatah waktu untuk makan siang adalah satu jam dan tujuh jam untuk bekerja. Ketika itu John dan George terlambat sekitar 30 menit. Kejadian ini terulang lagi minggu depannya bahkan mereka terlambat makam siang sampai satu jam.

Dalam skenario ini Fred, bos mereka berdua akan bertindak dengan dua metode yang berbeda sesuai dengan otoritas yang dimilikinya.

Metode 1: Otoritas Ancaman (Threat Authority)
Setelah tahu bahwa John dan George telah dua kali terlambat masuk kerja setelah jam istirahat makan siang, Fred memanggil mereka berdua untuk datang ke ruangannya. Setelah berada di ruangannya pintu kemudian ditutup rapat dan mempersilakan mereka duduk di depanmeja kerja Fred.

Fred berkata dengan tenang, "John, George, perusahaan ini mempunyai aturan yang jelas termasuk jam kerja dan jam makan siang. Hari ini kalian berdua makan siang sampai dua jam, artinya kalian terlambat satu jam untuk kembali bekerja. Hal ini tentu tidak bisa diterima, oleh karena itu saya akan memotong gaji kalian selama satu jam karena keterlambatan ini. Jika hal ini terulang lagi, maka saya tidak akan segan untuk melakukan tindakan yang lebih serius. Kalian mengerti?"

Metode 2: Menciptakan Tujuan (Creating Purpose)
Sambil berjalan ke arah mereka berdua, Fred menyapa, "Jika kalian ada waktu, bolehkah saya berbicara sebentar di ruangan saya?" Kemudian mereka bertiga masuk ke ruangan kerja Fred dan pintu tidak ditutup rapat (setengah terbuka). Ketika salah satu dari meraka masih berdiri, Fred berkata, "Begini John, George, saya selalu menanyakan kepada setiap karya baru apakah mereka merasa betah kerja di perusahaan ini dan menjelaskan peraturan-peraturan perusahaan jika ada yang kurang dimengerti. Saya khawatir kalau-kalau perusahaan masih kurang memberikan sesuatu yang kalian butuhkan".

John dan George berkata bahwa mereka sudah merasa betah kerja di perusahaan ini dengan gaji yang cukup. Fred pun menjelaskan sedikit peraturan jam kerja kepada mereka yakni delapan jam kerja dengan jam makan siang satu jam. "Saya ingin kalian memanfaatkan jam kerja dan jam makan siang sebaik-baiknya". Jika kalian mampu merealisasikan semua aturan perusahaan termasuk jam masuk, jam istirahat, dan jam pulang, saya yakin hal ini adalah awal yang baik bagi kalian untuk mendapatkan promosi positif memperoleh jabatan yang lebih tinggi. Untuk saat ini cukup sekian, bagaimana, apakah ada pertanyaan lain yang akan kalian tanyakan?"

Kesimpulan
Kedua metode otoritas di atas berhasil mencapai tujuan yakni John dan George tidak pernah lagi terlambat kerja setelah makan siang namun mempunyai dampak yang berbeda. Meskipun tujuan dapat tercapai tetapi dampak dari otoritas ancaman (metode 1) menimbulkan dendam dan kebencian di hati mereka berdua meskipun tidak mereka utarakan terhadap orang lain. Hal seperti ini dapat menjadikan mereka merasa tidak betah dan menunggu saat yang tepat untuk keluar dari perusahaan.

Metode kedua yakni menciptakan tujuan akan berdampak positif terhadap John, George, dan perusahaan. Mereka kemungkinan besar akan mengatakan himbauan dan nasihat Fred kepada teman kerja yang lain bahkan secara tidak langsung akan memberitahukan aturan perusahaan kepada teman-teman mereka di lingkungan kerja.

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…