Sunday, June 15, 2014

Kepemimpinan dalam IT (bagian 2)

Lanjutan dari Kepemimpinan dalam IT (bagian 1)

Skenario: Otoritas (Authority)

Otoritas adalah kekuasaan yang didelegasikan secara formal. Hal ini termasuk hak untuk memerintah dalam situasi tertentu, memanfaatkan sumber daya, memberikan perintah untuk ditaati, dan selalu disertai tanggungjawab terhadap tindakan orang-orang yang berada di bawahnya (termasuk tindakan positif dan negatif).

Contoh Kasus:
John dan George adalah dua karyawan baru di perusahaan besar CompyCorp. Mereka cepat beradaptasi di perusahaan tersebut termasuk beradaptasi dengan karyawan, atasan, dan lingkungan tempat mereka bekerja. John dan George cepat menguasai pekerjaan pokok dan sangat menikmati pekerjaan mereka di perusahaan tersebut dengan gaji yang sangat memadai.

Suatu hari mereka keluar untuk makan siang sesuai dengan jam makan siang yang diberikan perusahaan. Jatah waktu untuk makan siang adalah satu jam dan tujuh jam untuk bekerja. Ketika itu John dan George terlambat sekitar 30 menit. Kejadian ini terulang lagi minggu depannya bahkan mereka terlambat makam siang sampai satu jam.

Dalam skenario ini Fred, bos mereka berdua akan bertindak dengan dua metode yang berbeda sesuai dengan otoritas yang dimilikinya.

Metode 1: Otoritas Ancaman (Threat Authority)
Setelah tahu bahwa John dan George telah dua kali terlambat masuk kerja setelah jam istirahat makan siang, Fred memanggil mereka berdua untuk datang ke ruangannya. Setelah berada di ruangannya pintu kemudian ditutup rapat dan mempersilakan mereka duduk di depanmeja kerja Fred.

Fred berkata dengan tenang, "John, George, perusahaan ini mempunyai aturan yang jelas termasuk jam kerja dan jam makan siang. Hari ini kalian berdua makan siang sampai dua jam, artinya kalian terlambat satu jam untuk kembali bekerja. Hal ini tentu tidak bisa diterima, oleh karena itu saya akan memotong gaji kalian selama satu jam karena keterlambatan ini. Jika hal ini terulang lagi, maka saya tidak akan segan untuk melakukan tindakan yang lebih serius. Kalian mengerti?"

Metode 2: Menciptakan Tujuan (Creating Purpose)
Sambil berjalan ke arah mereka berdua, Fred menyapa, "Jika kalian ada waktu, bolehkah saya berbicara sebentar di ruangan saya?" Kemudian mereka bertiga masuk ke ruangan kerja Fred dan pintu tidak ditutup rapat (setengah terbuka). Ketika salah satu dari meraka masih berdiri, Fred berkata, "Begini John, George, saya selalu menanyakan kepada setiap karya baru apakah mereka merasa betah kerja di perusahaan ini dan menjelaskan peraturan-peraturan perusahaan jika ada yang kurang dimengerti. Saya khawatir kalau-kalau perusahaan masih kurang memberikan sesuatu yang kalian butuhkan".

John dan George berkata bahwa mereka sudah merasa betah kerja di perusahaan ini dengan gaji yang cukup. Fred pun menjelaskan sedikit peraturan jam kerja kepada mereka yakni delapan jam kerja dengan jam makan siang satu jam. "Saya ingin kalian memanfaatkan jam kerja dan jam makan siang sebaik-baiknya". Jika kalian mampu merealisasikan semua aturan perusahaan termasuk jam masuk, jam istirahat, dan jam pulang, saya yakin hal ini adalah awal yang baik bagi kalian untuk mendapatkan promosi positif memperoleh jabatan yang lebih tinggi. Untuk saat ini cukup sekian, bagaimana, apakah ada pertanyaan lain yang akan kalian tanyakan?"

Kesimpulan
Kedua metode otoritas di atas berhasil mencapai tujuan yakni John dan George tidak pernah lagi terlambat kerja setelah makan siang namun mempunyai dampak yang berbeda. Meskipun tujuan dapat tercapai tetapi dampak dari otoritas ancaman (metode 1) menimbulkan dendam dan kebencian di hati mereka berdua meskipun tidak mereka utarakan terhadap orang lain. Hal seperti ini dapat menjadikan mereka merasa tidak betah dan menunggu saat yang tepat untuk keluar dari perusahaan.

Metode kedua yakni menciptakan tujuan akan berdampak positif terhadap John, George, dan perusahaan. Mereka kemungkinan besar akan mengatakan himbauan dan nasihat Fred kepada teman kerja yang lain bahkan secara tidak langsung akan memberitahukan aturan perusahaan kepada teman-teman mereka di lingkungan kerja.

Kepemimpinan dalam IT (bagian 2) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Yuda Isparela