Skip to main content

Kepemimpinan dalam IT (bagian 1)

Istilah kepemimpinan atau leadership sering kita dengar dalam aktivitas sehari-hari bahkan sering kali diucapkan dalam sebuah dialog ataupun prolog. Arti, maksud, dan metode kepemimpinan pun tentunya sudah banyak yang paham. Di posting ini saya akan sedikit beropini dari sudut pandang yang sedikit berbeda berdasarkan referensi buku "The IT Professional's Business and Communication Guide" mengenai kepemimpinan dalam IT (Leadership in IT).

Menurut So-Young Kang, Catalyst & CEO of Awaken Group, kepemimpinan setidaknya harus mempunyai tiga unsur pokok yakni vision, followership, dan influence. Dengan demikian kepemimpinan adalah proses untuk mempengaruhi orang untuk mencapai suatu visi. Kepemimpinan dalam IT tentu akan berhubungan dengan metode-metode, konsep, dan implementasi kepemimpinan dalam bidang IT.

IT (Information Technology) adalah istilah umum yang berkaitan dengan mengolah dan memanipulasi informasi yakni membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan, dan mendistribusikan suatu informasi. Informasi di sini berhubungan dengan data-data logik analog dan digital khusunya pada peralatan elektronika dan komputer. IT tidak sama dengan TI meskipun keduanya terdapat relasi yang cukup kuat. TI (Teknik Informatika) adalah nama jurusan di perguruan tinggi dengan kompetensi keahlian IT seperti mempelajari pemrograman, sistem informasi, basis data, dan keilmuan lain yang berhubungan dengan IT.

Kenapa Kepemimpinan Dibutuhkan?

Seperti kita ketahui bahwa di suatu negara, provinsi, kabupaten, perusahaan, instansi, yayasan, lembaga, bahkan di rumah membutuhkan seorang pemimpin yang bertanggungjawab untuk mencapai visi tertentu. Buruknya realisasi kepemimpinan di suatu tempat atau organisasi dapat berdampak buruk terhadap pemimpin itu sendiri, terhadap tempat atau organisasi tersebut, terhadap orang-orang yang dipimpinnya, bahkan dalam beberapa kasus bisa berdampak negatif terhadap lingkungannya. Tidak sedikit perusahaan yang mengalami penurunan kinerja dan produktifitas akibat buruknya kepemimpinan.

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat mengarahkan pengikutnya untuk mencapai suatu visi dengan cara yang tepat tanpa ada pihak yang dirugikan. Hal-hal di atas membuktikan bahwa pemahaman kepemimpinan sangat diperlukan seorang pemimpin agar tujuan yang telah direncanakan dapat tercapai melalui kerjasama yang baik antara pemimpin dan yang dipimpin.

Banyak pakar di dunia yang membagi dua kepemimpinan yaitu kepemimpinan model boss (bos) dan kepemimpinan model leader (pemimpin). Sekilas keduanya terlihat sama yakni mempunyai bawahan, oraganisasi, dan mempunyai tujuan padahal secara prinsip keduanya mempunyai perbedaan yang cukup mendasar di antaranya:
  1. Seorang bos biasanya bekerja di tempat yang sifatnya pribadi (lebih privasi dan penuh kerahasiaan) sedangkan leader bekerja di tempat publik (tempat yang lebih terbuka).
  2. Seorang bos lebih dominan menyuruh atau memerintah bawahannya sedangkan leader lebih ke arah mengajak.
  3. Seorang bos biasanya menjabat karena orang merasa takut akan ancaman atau hukuman yang akan diterima atau karena mengharapkan imbalan sedangkan leader menjabat karena orang memang benar-benar menyukainya.
  4. Bos = Go! sedangkan leader = Let's Go!
Menjadi seorang bos memang penting tetapi menjadi seorang pemimpin (leader) jauh lebih penting. Perbedaaan kedua model tersebut perlu dipahami karena dampak dari implementasi kedua model tersebut akan berbeda, baik bagi dirinya, bagi keluarganya, bagi pengikutnya, bagi perusahaan tempat ia bekerja, dan terhadap lingkungannya.

Kepemimpinan dalam IT

Menurut Steven Johnson dalam bukunya "The IT Professional's Business and Communication Guide", ada tujuh konsep sukses kepemimpinan dalam IT yang dijelaskan dalam bentuk contoh skenario yakni:
  1. Authority (Otoritas)
  2. Discipline (Disiplin)
  3. Delegation (Delegasi)
  4. Mentoring
  5. Fraternization (Pergaulan bersahabat)
  6. Micromanagement (Manajemen Mikro)
  7. Feedback (Tanggapan/Timbal balik)

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam (Bagian I)

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam Allah menurunkan Al-Quran kepada umat manusia melalui nabi Muhammad SAW sebagai kitab suci terakhir untuk dijadikan pedoman hidup. Al-Quran yang tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya mengandung petunjuk-petunjuk yang dapat menyinari seluruh isi alam ini.

Sebagai kitab suci sepanjang zaman, Al-Quran memuat informasi dasar berbagai masalah termasuk informasi mengenai hukum, etika, science, antariksa, kedokteran dan sebagainya. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa kandungan Al-Quran bersifat luas dan luwes.

Mayoritas kandungan Al-Quran merupakan dasar-dasar hukum dan pengetahuan, manusialah yang berperan sekaligus bertugas menganalisa, merinci, dan membuat garis besar kebenaran Al-Quran agar dapat dijadikan sumber penyelesaian masalah kehidupan manusia.

Pada zaman Rasulullah, sumber hukum Islam ada dua yaitu Al-Quran dan As-Sunnah. Rasulullah selalu menunggu wahyu untuk menjelaskan sebuah kasus tertentu, namum apabila wahyu tidak turun, maka…