Skip to main content

Keamanan Sistem Informasi

Keamanan sistem informasi dalam suatu jaringan komputer adalah hal penting yang perlu diterapkan baik dalam jaringan lokal (LAN) ataupun dalam jaringan yang lebih luas melalui koneksi intranet dan internet. Tindakan ini harus dimulai ketika pertama kali membangun suatu program sistem informasi baik berbasis desktop atau berbasis web. Kegagalan pada keamanan sistem informasi dapat mengakibatkan kerusakan sistem akibat orang-orang yang sengaja merusak sistem untuk kepentingan tertentu ataupun akibat ketidaksengajaan pengguna sistem informasi tersebut.

Dalam banyak kasus terjadi pembobolan sistem dengan mengubah logika proses pengolahan data di dalam sistem sehingga dapat menghasilkan output yang tidak sesuai dengan tujuan awal pembuatan sistem informasi. Misalnnya perhitungan diskon harga jual, perhitungan total gaji karyawan, atau bahkan pencurian data-data rahasia perusahaan. Peretasan sistem dapat dilakukan dengan berbagai metode dan tentunya dilakukan oleh orang yang mempunyai skill khusus di bidang IT seperti melalui pembobolan username dan password login.

Untuk meningkatkan keamanan sistem informasi dapat dilakukan dengan banyak cara di antaranya:
  1. Menjaga kerahasiaan (privasi) informasi kecuali untuk pihak yang mempunyai otoritas dan kewenangan termasuk menjaga kerahasiaan username dan password untuk login ke sistem.
  2. Mengatur otorisasi (hak dan izin akses) ke sistem berdasarkan level pengguna, misalnya bagian keuangan hanya bisa mengakses data dan informasi yang berhubungan dengan keuangan dan tidak bisa mengakses bagian gudang, demikian pula sebaliknya.
  3. Membuat aturan khusus ketika membuat username dan password login misalnya jumlah minimal karakter, password harus merupakan kombinasi dari huruf kecil, huruf kapital, angka, dan karakter khusus seperti tanda tanya, tanda seru, atau tanda pagar.
  4. Membuat aturan khusus agar setiap password diganti setiap interval waktu tertentu misalnya sebulan sekali atau tiga bulansekali. Jika tidak maka pengguna yang bersangkutan akan otomatis tidak bisa lagi login dengan password yang sama danharus melapor ke bagian admin sistem untuk di-reset.
  5. Secara berkala menganalisa dan mengaudit log file untuk mengetahui siapa saja pengguna yang melakukan akses ke sistem dan kapan waktu akses tersebut dilakukan. Hal ini dilakukan juga untuk mengetahui kalau-kalau ada user asing yang pernah masuk ke sistem.
  6. Jika sistem informasi yang dibuat berbasis web, gunakan layanan hosting yang memiliki tingkat keamanan baik. Misalnya Dedicated Server lebih aman daripada Virtual Private Server (VPS), dan VPS lebih aman daripada Shared Hosting.
  7. Memberi nama database dengan nama yang unik dan mengatur privilages-nya.
  8. Melakukan encryption password untuk setiap pengguna.
  9. Selain username dan password, penggunaan MAC Address juga dapat menjadi solusi baik untuk meningkatkan keamanan sistem informasi khususnya yang menggunakan jaringan nirkabel (wireless).
  10. Menyamarkan identitas dari entitas terkait dalam suatu proses transaksi.
  11. Memasang sofftware anti virus, anti malware, anti addware, dan firewall yang selalu di-update.
  12. Memasang software web filtering seperti anti spam, anti phising, dan anti spyware.
  13. Melakukan update program khususnya pada modul security secara berkala.
  14. Melakukan backup data secara berkala di lokasi yang berbeda dengan tingkat keamanan yang baik.
  15. Menyaring tim IT profesional yang beretika, bermoral, dan berdikasi tinggi.
Poin-poin di atas hanyalah sebagian dari metode pengamanan sistem informasi dalam jaringan komputer. Banyak perusahaan besar dan perbankan yang menggunakan metode security yang jauh lebih baik. Contohnya penggunaan kode verifikasi pada email, telepon seluler, ataupun pada device khusus seperti key BCA bahkan di perusahaan-perusahaan tertentu ada yang sudah menerapkan sistem login selain dengan username dan password, mereka menggunakan sidik jari.

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…