Skip to main content

Cara Membuat Subdomain di Hosting Sendiri

Blog yang dibuat dengan platform Blogger akan mempunyai URL blog dengan tambahan .blogspot.com. Ini dikarenakan blog yang dibuat merupakan subdomain dari domain dari domain utamanya yaitu blogspot.com. Tambahan .blogspot.com dapat dihilangkan dengan cara membeli TLD (Top Level Domain) seperti .com, .net, .org, dan .biz. TLD tersebut dapat dibeli melalui Blogger langsung atau dapat melalui penyedia hosting di Indonesia. Jika TLD dibeli melalui Blogger harganya USD10 pertahun dan harus dibayar menggunakan kartu kredit.

Walaupun tambahan .blogspot.com sudah hilang dan diganti dengan nama domain utama tetapi sampai artikel ini dipublikasikan, Blogger belum menyediakan fitur khusus untuk menambah subdomain. Saat ini subdomain hanya dapat dibuat melalui hosting sendiri (hosting berbayar) melalui cPanel.

Subdomain diperlukan ketika kita bermaksud membuat website/blog baru dengan konten yang masih berhubungan dengan domain utama. Contoh sederhana, saya mempunyai domain utama triyone.com yang berisi tentang cara membuat website dengan PHP. Suatu saat saya akan membuat website khusus yang berisi tentang tutorial PHP bagi pemula. Karena konten masih berhubungan, maka saya akan membuat subdomain dengan nama PHP, jadi URL subdomain nantinya akan menjadi php.triyone.com atau triyone.com/php.

Sebenarnya subdomain dibuat tidak mesti kontennya berhubungan dengan konten domain utama seperti misalnya subdomain member yang berisi forum atau blog yang isisnya tentang diskusi suatu topik yang berbeda dengan konten domain utama. Namun demikian akan terlihat elegan jika subdomain berisi koten yang masih berhubungan dengan domain utama.

Jika sobat mempunyai hosting sendiri, sobat dapat membuat subdomain sampai batas yang diizinkan penyedia hosting melalui cPanel. Lebih jelas mengenai cara membuat subdomain di hosting sendiri dapat dilihat pada video tutorial di bawah. Sumber video dari KelasVideo.

Selamat mencoba.
Semoga bermanfaat.

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…