Skip to main content

Mau Kerja di Dunia Pelayaran? Baca Dulu 4 Tips Ini!

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata pelayaran? Kerja di kapal pesiar yang mewah dengan Yacht Cushion yang nyaman, menjadi nelayan, bajak laut, atau bahkan menjadi seperti Popeye Si Pelaut? Ya, semua pendapat Anda benar jika merujuk dalam arti yang luas.

Dunia pelayaran memang identik dengan air dan kapal. Profesi yang ada di dalamnya pun beragam. Mulai nakhoda, juru mudi, laundryman, sampai juru masak. Selain memberikan gaji yang terbilang tinggi dengan fasilitas yang lengkap, berkerja di kapal juga memberikan pengalaman berharga bagi masa depan pekerjaan kita.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum Anda terjun langsung untuk bekerja di dunia pelayaran. Selain kualifikasi yang cukup tinggi, bekerja di dunia pelayaran juga membutuhkan fisik dan mental kuat karena kehidupan selama beberapa bulan akan terus berkutat di dalam kapal. Terdapat beberapa departemen dengan masing masing tugas berbeda dalam kapal. Berikut adalah kualifikasi dasar yang harus dimiliki untuk dapat bergabung di dunia pelayaran Indonesia.

1. Pendidikan dan bahasa asing yang baik

Sebagian posisi di kapal merekrut lulusan Sekolah Tinggi Pelayaran/Akademi (dan sederajat) sebagai salah satu syarat untuk dapat bergabung ke dunia pelayaran. Beberapa posisi lainnya dibuka untuk lulusan SMA/SMK dengan minimal pengalaman magang 6-12 bulan di restoran/hotel berbintang 3-5 seperti asisten koki, penjaga toko souvenir, translator, pegawai bar, dan jabatan lainnya.

Selain pendidikan, penguasaan bahasa Inggris yang baik mutlak diperlukan karena tak hanya penumpang lokal yang akan berada di dalam kapal tetapi juga dari banyak daerah di berbagai negara. Oleh karena itu, bahasa Inggris sebagai bahasa universal wajib dikuasai untuk dapat bekerja di kapal.

2. Pengalaman dengan jam terbang tinggi

Salah satu faktor penting selain pendidikan dan penguasaan bahasa asing adalah pengalaman. Banyak perusahaan/agen yang merekrut lulusan setara SMA/SMK dengan minimal pengalaman magang 6-12 bulan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pekerjaan di kapal yang menuntut kecekatan dan ketrampilan yang tinggi.

3. Usia dan tinggi badan yang sesuai

Minimal usia yang dibutuhkan dimulai dari lulusan baru sekolah menengah (18 tahun) sampai usia 40 tahun. Beberapa posisi membutuhkan usia dengan rentang tinggi dari 22 - 35 tahun baik untuk posisi junior ataupun senior.

Untuk tinggi badan sendiri, ada beberapa posisi yang mengharuskan tinggi badan minimal seperti pada posisi pembersih kapal dan juga koki yakni 165 cm tergantung dari kebijakan agen/perusahaan masing masing.

4. Fisik dan mental yang kuat

Dari semua kualifikasi yang dibutuhkan, mungkin yang paling penting adalah faktor mental yang kuat dan fisik yang tangguh dalam mengarungi lautan berbulan-bulan ke depan. Jauh dari keluarga dan tidak dapat menikmati fasilitas yang sama seperti penumpang dikarenakan sibuk dengan aktivitas kerja. Hal ini tentunya dapat menjadi tekanan tersendiri ketika bekerja di kapal. Belum lagi tekanan dari sesama pekerja yang berasal dari berbagai negara dengan beragam budaya dan tingkah laku. Itu sebabnya dibutuhkan fisik dan mental yang kuat untuk tetap survive karena kita terikat kontrak dan tak bisa seenaknya langsung resign, berbeda seperti ketika kita berada di darat.

Namun demikian, tawaran gaji yang tinggi dan tambahan pendapatan lainnya dapat menjadi salah satu pertimbangan Anda untuk bekerja di kapal. Misalnya tambahan pendapatan jika berada di departemen food and beverages atau dari departemen lainnya. Selain itu, pengalaman berlibur gratis ke banyak negara adalah salah satu keuntungan jika kita bekerja di dunia maritim.

Berikut adalah kualifikasi-kualifikasi dasar yang harus Anda penuhi untuk dapat bekerja di dunia pelayaran.
Anda bisa memulainya dengan mengambil pendidikan tinggi setingkat STIP dan penguasaan bahasa Inggris. Cari perusahaan yang menerima karyawan magang dan ikuti training yang ada untuk menambah daftar pengalaman di portofolio Anda. Jangan lupa, yakinkan diri untuk tetap konsisten dan memiliki tekad kuat untuk bekerja di laut.

Selamat berlayar, semoga sukses! ;)

Penulis: Fersisilia Anggi

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…