Skip to main content

Kekerasan Ospek

Ospek (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) adalah salah satu kegiatan yang umum diselenggarakan oleh setiap universitas atau perguruan tinggi baik negeri ataupun swasta menjelang penerimaan mahasiswa baru. Setiap kegiatan yang dilakukan saat Ospek dapat membentuk karakter mahasiswa di kampus yang bersangkutan. Ospek sendiri bertujuan untuk memperkenalkan kondisi kampus kepada mahasiswa baru termasuk adaptasi lingkungan, pengenalan fakultas dan jurusan, pemahaman aturan dan tata tertib, pengetahuan terhadap pimpinan dan organisasi, serta hal-hal lain yang menjadi unsur-unsur kampus tersebut.

Terlepas dari tujuan positif penyelenggaraan Ospek di setiap perguruan tinggi, Ospek dapat berakibat buruk akibat banyak oknum panitia (biasanya kakak kelas) yang melakukan kekerasan Ospek bahkan terkesan menyiksa mental dan fisik para peserta. Kegiatan perpeloncoan dengan mengorbankan para calon/ mahasiswa baru justru dapat berdampak negatif seperti banyak mahasiswa baru peserta Ospek yang merasa trauma atau malah merasa dendam meski persaan tersebut tidak terlihat saat itu. Mereka kebanyakan memendan perasaan dendam dan akan terlampiaskan ketika suatu saat mereka menjadi panitia Ospek untuk adik-adiknya kelak. Mereka dapat melakukan hal-hal yang dulu pernah mereka rasakan ketika perpeloncoan, bahkan tindakan mereka dapat lebih "kejam" dan lebih "sadis" lagi, akibatnya tidak sedikit para peserta yang meninggal dunia akibat kekerasan Ospek yang berlebihan.

Awalnya Ospek bertujuan positif dan akan terwujud tujuan tersebut jika pelaksanaannya sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku dan tidak menomorduakan hak asasi manusia. Kenyataanya tidak semua perguruan tinggi melakukan pengawasan serius terhadap penyelenggaraan kegiatan ini, seolah Ospek adalah milik mahasiswa senior. Itu sebabnya banyak kekerasan ospek yang terjadi akibat penyelewengan aturan beberapa oknum mahasiswa senior yang menjadi panitia ospek.

Saya pikir Ospek seperti itu sudah bukan jamannya lagi karena selain dapat berdampak negatif, kekerasan Ospek banyak bertentangan dengan Hak Asai Manusia (HAM), norma, agama, dan tidak memberikan nolai manfaat yang signifikan sesuai tujuan semula.

Apapun fakultasnya, apapun jurusannya, Ospek memang diperlukan semua kampus untuk meberikan bekal awal bagi mahasiswa baru agar mereka benar-benar mengenal kampus yang akan menjadi tempat mereka menuntut ilmu selama kurun waktu tertentu. Sistem pelaksanaan Ospek tidak boleh melanggar hukum dan undang-undang yang berlaku di negara Indonesia. Selain itu untuk menghindari hal-hal negatif yang tidak diinginkan harus dibuat panitia khusus dari pihak sekolah untuk mengawasi kegiatan tersebut.

Menurut sahabat, apakah Ospek masih diperlukan di Indonesia bagi mahasiswa baru?

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…