Skip to main content

Dokumen Lamaran Kerja

Jika suatu saat sahabat akan mengajukan lamaran pekerjaan di bidang tertentu pada sebuah perusahaan, maka sahabat harus membuat surat lamaran pekerjaan dengan format yang benar sesuai dengan aturan dan standar yang berlaku. Umumnya ketika mengirimkan surat lamaran, harus melampirkan dokumen lamaran kerja yang diperlukan perusahaan yang bersangkutan.

Dokumen lamaran kerja yang dibutuhkan tidak mutlak karena tergantung dari perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan. Namun demikian ada beberapa dokumen penting yang sering dibutuhkan perusahaan pada saat perekrutan karyawan baru.

Dokumen lamaran kerja tersebut akan digunakan pihak perusahan sebagai data sah untuk dijadikan bahan pertimbangan ketika proses penyeleksian sebelum panggilan tes atau interview dan akan digunakan sebagai arsip perusahaan jika nanti diterima sebagai karyawan. Dokumen lamaran kerja tersebut secara umum antara lain sebagai berikut:
  1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  2. Daftar Riwayat Hidup atau Curriculum Vitae (CV)
  3. Fotokopi Surat Keterangan Catatna Kepolisian (SKCK) dari Kepolisian setempat
  4. Fotokopi Kartu Keluarga
  5. Fotokopi Akta Kelahiran
  6. Fotokopi Ijazah Pendidikan Terakir
  7. Fotokopi Transkrip Nilai sesuai jenjang pendidikan terakhir
  8. Surat Keterangan Sehat dari dokter atau Puskesmas
  9. Fotokopi Surat Izin Mengemudi (SIM)
  10. Fotokopi Surat Keterangan Praktek Kerja Lapangan (PKL)
  11. Fotokopi Surat Keterangan Magang
  12. Fotokopi Surat Pengalaman Pekerjaan
  13. Fotokopi Sertifikat Kursus
  14. Fotokopi Surat Pelatihan
  15. Pasfoto sesuai kewbutuhan
Dokumen lamaran kerja di atas tidaklah mutlak tetapi harus disesuaikan dengan permintaan perusahaan.

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…