Skip to main content

Contoh Daftar Riwayat Hidup

Daftar Riwayat Hidup adalah dokumen yang berisi identitas riwayat hidup seseorang dalam hal-hal formal seperti nama, alamat, pendidikan, pengalaman kerja, dan data-data lainnya. Daftar Riwayat Hidup atau biasa disebut dengan Curriculum Vitae (CV) sering dibutuhkan oleh suatu instansi, lembaga, atau perusahaan sebagai dokumen penting yang dapat dijadikan referensi untuk melihat identitas dan kemampuan seseorang. Itu sebabnya Daftar Riwayat Hidup merupakan salah satu dokumen yang harus dilampirkan dalam surat lamaran pekerjaan ketika melamar kerja di suatu perusahaan.

Suatu perusahaan yang sedang membuka lowongan kerja dapat melihat data-data para pelamar melalui Daftar Riwayat Hidup sebelum diadakan testing lebih lanjut dan interview. Hanya dengan melihat data-data pribadi seperti riwayat pendidikan dan pengalaman kerja, perusahaan dapat melakukan penyaringan/seleksi calon karyawan lebih awal sehingga para pelamar yang akan diikutsertakan dalam testing kerja dianggap telah memenuhi beberapa persyaratan.

Contoh sederhana, ketika suatu perusahaan perakitan komputer membutuhkan karyawan baru yang mempunyai keahlian di bidang listrik dan elektronik tentu tidak akan menerima pelamar yang tidak memiliki keahlian atau basic pendidikan di bidang elektronika dan kelistrikan. Dengan membaca Daftar Riwayat Hidup para pelamar tentunya hal-hal seperti tadi dapat dilakukan dengan mudah.

Jika sahabat bermaksud melamar kerja di suatu perusahaan, sangat direkomendasikan untuk melampirkan Daftar Riwayat Hidup yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga pihak perusahaan (biasanya bagian personalia atau HRD) dapat melihat data diri sahabat dan memperkirakan kemampuan sahabat hanya dengan membaca Daftar Riwayat Hidup yang dilampirkan bersama surat lamaran kerja.

Data-data penting yang biasanya harus ada di dalam dokumen daftar Riwayat Hidup sehingga dapat dijadikan bahan petimbangan perusahaan antara lain:
  1. Data Pribadi
  2. Riwayat Pendidikan Formal
  3. Riwayat Pendidikan Non-Formal
  4. Pengalaman Kerja
Di bawah ini adalah Contoh Daftar Riwayat Hidup yang dapat dijadikan referensi.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP


DATA PRIBADI
  1. Nama Lengkap            : Nama lengkap pelamar
  2. Tempat, Tanggal Lahir : Tempat dan tanggal lahir pelamar
  3. Alamat Lengkap           : Alamat lengkap pelamar (yang bisa dihubngi via POS)
  4. Jenis Kelamin               :  Laki-laki
  5. Pendidikan Terakhir     : Pendidikan terakhir pelamar
  6. Kewarganegaraan        : Indonesia
  7. Agama                          : Islam
  8. Suku                             : Jawa
  9. Golongan Darah           : AB
  10. Status Pernikaan          : Belum Menikah

PENDIDIKAN FORMAL
  1. SD Nama Sekolah Dasar Kota/ Kabupaten dari tahun 1990-1996
  2. SMP Nama SMP Kota/ Kabupaten dari tahun 1996-1999
  3. SMA Nama SMA Kota/Kabupaten dari tahun 1999-2002
  4. Nama Perguruan Tinggi Kota/ Kabupaten dari tahun 2003- 2007

PENDIDIKAN NON-FORMAL
  1. Kursus Bahasa Inggris di Harvard Jl. Buah Batu Bandung sampai tingkat Advance tahun 2004 sampai tahun 2006
  2. Kursus Pemrograman Java dan PHP di LPKIA Bandung tahun 2005
  3. Training perbaikan komputer di Bandung Electronics Center (BEC) tahun 2006

PENGALAMAN KERJA
  1. PT. Hexa Computer, Jl. Dipati Ukur No. 20 Bandung sebagai Teknisi Komputer selama dua tahun (2007-2009)
  2. PT. Programika Komputindo, Jl. Merdeka No. 123 Bandung 4000 sebagai programmer website selama 3 tahun (2009-2012)

KEAHLIAN KHUSUS
  1. Mampu membuat program berbabsis web dengan PHP dan Codeigniter (CI)
  2. Menguasasi database MySql dan Oracle
  3. Mampu membuat program berbasis desktop dengan bahasa C++, Visual Delphi, VBNet, dan Java.



Bandung, 20 November 2013
Ttd. Pelamar Kerja

Nama Pelamar Kerja

Data-data pada contoh Daftar Riwayat Hidup di atas hanyalah contoh saja. Sahabat dapat menggantinya sesuai dengan data-data pribadi sahabat termasuk pendidikan dan pengalaman kerja.
Semoga bermanfaat.

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…