Skip to main content

Ketika Dokter Unjuk Rasa

Kalau kita dengar peristiwa buruh berunjuk rasa, itu sudah biasa, dalam sebulan terakhir ini saja di beberapa daerah di Indonesia sering terjadi demo buruh untuk menuntut kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) yang mereka anggap sudah tidak sesuai dengan kebutuhan hidup, apalagi jika mereka tinggal di kota-kota besar seperti di Jabodetabek yang membutuhkan biaya hidup cukup besar. Tuntutan semacam ini wajar-wajar saja karena berhubungan dengan keinginan untuk meningkatkan taraf hidup melalui kenaikan upah pokok di perusahaan tempat mereka bekerja.

Bagaimana jika yang melakukan unjuk rasa tersebut bukan buruh tetapi orang yang berprofesi dokter? Masih wajarkah unjuk rasa para dokter secara masal di seluruh Indonesia? Jika dokter berdemo dengan tuntutan kenaikan upah, rasanya sangat tidak wajar mengingat besarnya penghasilan seorang dokter. Bagaimana jika maksud unjuk rasa para dokter tersebut untuk membela rekan sejawatnya yang diduga melakukan mal praktek sampai pasiennya meninggal dunia?

Jika terbukti secara hukum telah melakukan mal praktek sampai mengakibatkan meninggalnya pasien, saya pikir unjuk rasa para dokter tersebut sangat tidak wajar karena secara tidak langsung mereka mendukung dan membela orang yang salah, apalagi unjuk rasa dilakukan secara serempak di berbagai daerah di Indonesia. Lain halnya jika kasus tadi tidak terbukti dan hanya merupakan dugaan semata, maka unjuk rasa dokter tersebut sangat logis dan manusiawi.

Sayangnya di Indonesia kasus dokter yang berujuk rasa ini justru terlihat seperti lebih mementingan teman sejawatnya daripada kepentingan pasien. Di Sulawesi, seorang ibu yang membawa anaknya ke rumah sakit tidak dilayani dengan alasannya dokternya sedang berunjuk rasa. Padahal penyakit Si Anak tersebut adalah demam berdarah. Kasus lain, di Jawa timur seorang kakek yang tidak dilayani dokter padahal ia sedang sakit jantung.

Anggap saja bahwa teman dokter tersebut tidak terbukti bersalah karena sudah sesuai dengan etika dokter dan prosedur kerja. Apakah masih pantas orang seintelek dokter melakukan unjuk rasa masal dengan mengabaikan para pasien yang membutuhkan bantuannya? Padahal mereka dapat tetap berunjuk rasa melalui perwakilan tanpa harus menomorduakan pasien. Benar gak?

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…