Skip to main content

Bahasa Pascal

Pascal merupakan salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi berbasis teks yang dapat digunakan untuk membuat berbagai aplikasi atau program. Bahasa pemrograman sendiri adalah instruksi-instruksi standar yang ditulis dengan aturan dan sintaks tertentu secara semantik untuk memerintah komputer. Dengan bahasa pemrograman, Si Pembuat program (programmer) dapat menentukan suatu data untuk diolah, diproses, disimpan, atau diteruskan sehingga dapat menghasilkan suatu output (hasil tertentu).

Banyak bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk membuat perangkat lunak baik berbasis desktop maupun berbasis web. Setiap bahasa pemrograman mempunyai aturan penulisan instruksi yang berbeda meskipun tujuannya sama. Contoh, untuk menampilkan kalimat "Saya sedang belajar membuat website" dengan PHP dapat ditulis dengan sintaks "echo 'Saya sedang belajar membuat website';", jika ditulis dengan bahasa Pascal, maka sintaksnya adalah "writeln ('Saya sedang belajar membuat website');". Namun demikian apapun bahasa pemrograman yang digunakan, algoritma yang dipakai untuk membuat suatu aplikasi perangkat lunak pada umumnya sama. Algoritma sendiri bukanlah bahasa pemrograman tetapi merupakan urutan logis untuk memecahkan suatu masalah.

Di bawah ini adalah beberapa contoh bahasa pemrograman berbasis desktop dan berbasis web yang masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.
  1. Basic
  2. C/ C++
  3. C#
  4. COBOL
  5. dBase
  6. Fortran
  7. Java
  8. Pascal
  9. Perl
  10. Prolog
  11. Python
  12. PHP
  13. SQL
Sekitar tahun 1971, Profesor Niklaus Wirth pertama kali membuat Pascal sebagai bahasa pemrograman, nama Pascal sendiri diambil dari nama seorang matematikawan asal Francis, Blaise Pascal. Pascal termasuk bahasa tingkat tinggi karena sintaks yang digunakan banyak menggunakan bahasa manusia (bahasa Inggris) sehingga lebih mudah dipahami seperti Write, Read, If, Reepeat, Until, While, Begin, End, dan sebagainya. Untuk mengoperasikannya dapat menggunakan compiler Turbo Pascal baik for DOS ataupun for Windows.

Bahasa Pascal cocok dipelajari sebagai langkah awal memahami bahasa pemrograman lainnya. Hal ini dikarenakan Pascal merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang terstruktur, berbasis teks, dan bersifat modular. Selain itu Bahasa Pascal menggunakan tipe data standar yang mayoritas digunakan oleh bahasa pemrograman lain seperti String, Char, Boolean, Integer, dan Real. Tipe data tersebut dapat dikembangkan lagi oleh programmer sebagai hasil dari turunan tipe data standar. Pascal tidak case sensitive, artinya sintaks dapat ditulis dengan hurf kapital ataupun huruf kecil sehingga programmer pemula dapat belajar membuat suatu program tanpa berpikir terhadap penulisan (besar-kecilnya huruf). Ini berbeda dengan beberapa bahasa pemrograman yang bersifat case sensitive.

Kelebihan-kelebihan tersebut menjadikan bahasa Pascal masih dipelajari di beberapa perguruan tinggi khususnya jurusan Teknik Informatika, Manajemen Informatika, dan Sistem Informasi semester awal. Berikut ini adalah contoh program sederhana yang ditulis dengan bahasa Pascal.

Contoh #1:

Program Menghitung_Luas_Persegi_Panjang;
Uses CRT;
Var
    Panjang, Lebar, Luas : Real;
 
Begin
    ClrScr;
    Write ('Panjang : ');
    Readln (Panjang);
    Write ('Lebar    : ');
    Readln (Lebar);
    Luas := Panjang * Lebar;
    Writeln ('Luas persehi panjang adalah : ', Luas);
    Readkey;
End.


Contoh #2:

Program Menghitung_Rata-rata;
Uses CRT;
Var
    NilaiUTS, NilaiUAS, NilaiTugas, NilaiPraktek, Rata2: Real;
 
Begin
    ClrScr;
    Write ('Nilai Ujian Tengah Semester : ');
    Readln (NilaiUTS);
    Write ('Nilai Ujian Akhir Semeser : ');
    Readln (NilaiUAS);
    Write ('Nilai Tugas);
    Readln (NilaiTugas);
    Write ('Nilai Praktek);
    Readln (NilaiPraktek);
    Rata2 := (NilaiUTS + NilaiUAS + NilaiTugas + NilaiPraktek) / 4;
    Writeln ('Nilai Rata-rata : ', Rata2:2:2);
    Readkey;
End.

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam (Bagian I)

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam Allah menurunkan Al-Quran kepada umat manusia melalui nabi Muhammad SAW sebagai kitab suci terakhir untuk dijadikan pedoman hidup. Al-Quran yang tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya mengandung petunjuk-petunjuk yang dapat menyinari seluruh isi alam ini.

Sebagai kitab suci sepanjang zaman, Al-Quran memuat informasi dasar berbagai masalah termasuk informasi mengenai hukum, etika, science, antariksa, kedokteran dan sebagainya. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa kandungan Al-Quran bersifat luas dan luwes.

Mayoritas kandungan Al-Quran merupakan dasar-dasar hukum dan pengetahuan, manusialah yang berperan sekaligus bertugas menganalisa, merinci, dan membuat garis besar kebenaran Al-Quran agar dapat dijadikan sumber penyelesaian masalah kehidupan manusia.

Pada zaman Rasulullah, sumber hukum Islam ada dua yaitu Al-Quran dan As-Sunnah. Rasulullah selalu menunggu wahyu untuk menjelaskan sebuah kasus tertentu, namum apabila wahyu tidak turun, maka…