Saturday, May 11, 2013

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam (Bagian I)

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam

Allah menurunkan Al-Quran kepada umat manusia melalui nabi Muhammad SAW sebagai kitab suci terakhir untuk dijadikan pedoman hidup. Al-Quran yang tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya mengandung petunjuk-petunjuk yang dapat menyinari seluruh isi alam ini.

Sebagai kitab suci sepanjang zaman, Al-Quran memuat informasi dasar berbagai masalah termasuk informasi mengenai hukum, etika, science, antariksa, kedokteran dan sebagainya. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa kandungan Al-Quran bersifat luas dan luwes.

Mayoritas kandungan Al-Quran merupakan dasar-dasar hukum dan pengetahuan, manusialah yang berperan sekaligus bertugas menganalisa, merinci, dan membuat garis besar kebenaran Al-Quran agar dapat dijadikan sumber penyelesaian masalah kehidupan manusia.

Pada zaman Rasulullah, sumber hukum Islam ada dua yaitu Al-Quran dan As-Sunnah. Rasulullah selalu menunggu wahyu untuk menjelaskan sebuah kasus tertentu, namum apabila wahyu tidak turun, maka beliau menetapkan hukum tersebut melalui sabdanya, yang kemudian dikenal dengan Hadits.

Sebagai sumber hukum Islam pertama dan utama, Al-Quran berperan penting dalam rangka penetapan hukum Islam terutama setelah meninggalnya Rasulullah SAW.

Seperti kita ketahui bahwa Al-Quran merupakan buku petunjuk (hidayah) bagi orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang percaya kepada hal ghaib, yang mendirikan shalat, yang menginfakkan sebagain rizki mereka, dan yang meyakini adanya akhirat. Satu hal yang juga disepakati oleh seluruh ummat Islam dan menjadi pembahasan pokok makalah ini ialah kedudukan Al-Quran sebagai sumber hukum Islam kapanpun dan dimanapun termasuk seharusnya di Indonesia (Pen.).

Pengertian, Nama, dan Turunnya Alquran

1. Pengertian Alquran

A. Pengertian Al-Quran Menurut Bahasa (Etimologi)
Quran merupakan isim Mashdar (kata benda) dari kata kerja qoro-’a (أرق) yang bermakna talaa (الت) yang berarti membaca, atau bermakna jama’a yang berati mengumpulkan atau mengoleksi.

Makna kata quran sinonim dengan qira’ah yang keduanya berasal dari kata qara’a. Dari segi makna, lafal quran bermakna bacaan.

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ - فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ
“Sesungguhnya atas tanggungan kami lah mengumpulkan nya (al-Qur’an) di dadamu dan membuatmu pandai membaca. Maka bila kami telah selesai membacakan nya ikutilah bacaan tersebut” (Al-Qiyamah: 17-18)

B. Pengertian Al-Quran Menurut Syariat (Termonologi)
Al-Quran adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW melalui malaikat Jibril, diawali dengan surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Naas, membaca Al-Quran adalah ibadah.

Kata “kalam” sebenarnya meliputi seluruh perkataan, namun karena istilah itu disandarkan kepada Allah akhirnya menjadi kalamullah. Perkataan yang berasal dari selain Allah seperti perkataan manusia, jin maupun malaikat tidak dinamakan Al-Quran.

Allah telah menjamin untuk menjaga Al-Quran dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantinya.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
“Sesungguhnya Kami-lah yang menunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benr-benar memeliharanya.” (Al-Hijr:9)

2. Nama-Nama Al-Quran

A.Nama Alquran
  1. Al-Kitab (kitabullah)
    Al-Kitab merupakan sinonim dari kata Al-Quran yang artinya kitab suci sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa. Nama ini diterangkan dalam Al-Qur’an surat A-Baqarah ayat 2. 
  2. Az-zikr
    Az-Zikr artinya peringatan, nama ini di terangkan dalam Al-Quran surat Al-Hijr :9. 
  3. Al-Furqan
    Al-Furqan artinya pembeda, nama ini diterangkan dalam Al-Quran surat Al-Furqan ayat 1. 
  4. As-Suhuf
    As-Suhif artinya lembaran-lembaran, Nama ini dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Bayinah ayat 2.

B. Pembagian Surat Dalam Al-Quran
  1. Assabi’uthiwaal
    Yaitu tujuh surat yang panjang, ketujuh surat itu yaitu Al-Baqarah (286), Al-A’raf (206), Ali Imran (200), An-Nisa (176), Al-An’am (165), Al-Mmaidah (120), dan Yunus ( 109). 
  2. Al-Miuun
    Yaitu surat yang berisi seratus ayat lebih. Maksudnya surat-surat tersebut memiliki ayat sekitar seratus ayat atau lebih. Misalnya surat Hud (123 ayat),Yusuf (111 ayat), dan At-Taubah (129 ayat). 
  3. Al-Matsaani
    Yaitu surat-surat yang berisi kurang dari seratus ayat. Misalnya surat Al-Anfal (75 ayat), Ar-Rum (60 ayat), dan Al-Hijr(99 ayat). 
  4. Al- Mufashshal
    Yaitu surat-surat pendek seperti Al-Ikhlas, Ad-Dluha, dan An-Nasr. Surat-surat seperti ini kebannyakan di temukan dalam juz ke 30.

3. Proses Turunnya Al-Quran

Turunnya Al-Quran merupakan peristiwa besar karena Allah menurunkan Al-Quran kepada Rasulullah SAW sebagai petunjuk dan pedoman hidup manusia. Al-Quran pertama kali turun pada malam Lailatul Qodar yang merupakan pemberitahuan kepada para malaikat-malaikat bahwa Allah telah memuliakan umat ini dengan risalah baru agar menjadi umat paling baik.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan nya (Al-Quran) pada malam kemuliaan (malam Lailatul Qodr)”. (QS. Al-Qodr: 1)

Selanjutnya Al-Quran diturunkan secara bertahap berdasarkan peristiwa dan kejadian sampai Allah menyempurnakan agama Islam dan mencukupkan nikmatnya.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ تَنْزِيلًا
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur.” (Al-Insaan:23)

4. Sejarah Turunnya Al-Quran

Allah menurunkan Al-Quran melalui perantaraan malaikat Jibril sebagai pengantar wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW di gua Hiro pada tanggal 17 Ramadhan ketika Nabi Muhammad berusia 41 tahun, surat tersebut adalah Al-Alaq : 1-5. Sedangkan ayat terakhir Al-Quran turun pada tanggal 9 Dzulhijjah tahun 10 Hijriah yakni surah Al-Maidah ayat 3.

Al-Quran turun tidak secara sekaligus, namun sedikit demi sedikit baik beberapa ayat, langsung satu surat, potongan ayat, dan sebagainya. Turunnya ayat dan surat disesuaikan dengan kejadian yang ada atau sesuai dengan keperluan. Lama Al-Quran diturunkan ke bumi adalah kurang lebih sekitar 22 tahun 2 bulan dan 22 hari.

5. Hikmah Diturunkannya Al-Quran Secara Berangsur-Angsur 

  1. Menguatkan hati Rosulullah SAW.


    وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ ۖ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا
    “Orang-orang kafir berkata, kenapa Al-Quran tidak turun kepadanya sekali turun saja? Begitulah, supaya kami kuatkan hatimu dengannya dan kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).” (Al-Furqaan: 32)
  2. Menantang orang-orang kafir yang mengingkari Al-Quran (karena menurut mereka aneh kalau kitab suci diturunkan secara berangsur-angsur), Allah menantang mereka untuk membuat satu surat saja yang (tak perlu melebihi) sebanding dengannya. Alhasil, mereka tidak sanggup membuat satu surat pun seperti Al-Quran.
  3. Mudah dihapal dan dipahami.
  4. Motivator bagi orang-orang mukmin untuk menerima, mempelajari, dan mengamalkan Al-Quran.
  5. Mengiringi kejadian-kejadian di masyarakat dengan bertahap dalam menetapkan suatu hukum.

Bersambung ke bagian II ...

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam (Bagian I) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Yuda Isparela