Skip to main content

Contoh Surat Permintaan Barang atau Jasa

Posting ini menjelaskan tentang contoh surat permintaan barang atau jasa di suatu perusahaan. Surat permintaan tersebut adalah bukti fisik yang harus diisi sebagai prosedur resmi di perusahaan. Setiap perusahaan mempunya format surat yang berbeda karena ditentukan oleh kondisi dan kebutuhan di perusahaan tersebut.

Surat permintaan barang atau jasa ini diperlukan ketika membutuhkan barang yang ada hubungan dengan pekerjaan misalnya permintaan pengadaan komputer, permintaan perbaikan komputer, permintaan pengadaan koneksi internet, dan lain-lain.

Meskipun setiap perusahaan mempunyai format surat yang berbeda, tetapi pada umumnya mempunyai kesamaan dalam pengisian yakni:
  1. Nama pemohon
  2. Nama Divisi atau Departemen
  3. Barang atau Jasa yang diminta
  4. Jumlah
  5. Tanggal Surat dibuat
  6. Alasan Permintaan
  7. Keterangan
  8. Tandatangan pemohon
  9. Tandatangan Kepala Divisi atau Kepala Departemen yang bersangkutan
Prosedure permintaan barang atau jasa di perusahaan umumnya seperti di bawah:
  1. Meminta formulir permintaan dari divisi terkait misalnya divisi IT 
  2. Mengisi formulir permintaan 
  3. Menandatangi formulir permintaan 
  4. Diketahui dan disetujui oleh Kepala Divisi masing-masing 
  5. Menyerahkan formulir yang telah diisi kepada Kepala Divisi
  6. Menandatangani hasil setelah direalisasikan
Contoh-contoh Surat/Formulir Permintaan Barang atau Jasa
Surat Permintaan Barang
Contoh Surat Permintaan Koneksi Internet
Surat Permintaan Akun Email
Contoh Surat Permintaan Akun Email Baru
Surat Permintaan Pengadaan Komputer
Contoh Surat Permintaan Pengadaan Komputer
Surat Permintaan Perbaikan Komputer
Contoh Surat Permintaan Perbaikan/ Service Komputer

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…