Skip to main content

Rapor Merah Ujian Nasional

Ujian Nasional
Sepuluh tahun sudah Ujian Nasional (UN) digelar setiap kali menjelang kelulusan pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat dan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Banyak kalangan merasa kecewa adanya UN ini, bahkan di antaranya merasa dirugikan. Banyak praktisi pendidikan dan orangtua siswa didik tidak setuju digelarnya UN yang katanya dapat menjadi kriteria penilaian kualitas pendidikan di Indonesia khususnya tingkat SMP dan SMA.

Kini di tahun 2013 UN digelar kembali, namun tanpa ada revisi yang signifikan untuk memperbaiki kekacauan dan kerugian di tahun-tahun sebelumnya. UN bagi siswa sepertinya merupakan event yang teramat penting, panas, perlu, dan seruu, seakan menjadi suatu sejarah kelak.

Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional, banyak siswa merasa was was, takut, dan tidak tenang, bahkan di antara mereka banyak yang mendadak jatuh sakit karena memikirkan soal-soal yang akan keluar ketika Ujian Nasional. Bukan itu saja, orangtua mereka pun ikut gelisah dan khawatir kalau-kalau putra-putrinya tidak lulus UN. Lucunya, banyak siswa dan orantuan yang mendatagi "ORANG PINTAR" alias dukun untuk meminta do'a dan jampi-jampi sebagai bekal ujian, sehingga bila tiba saatnya, seluruh soal UN dapat dengan mudah dijawab dengan benar.

Kekhawatiran orangtua bukan tanpa alasan, mereka sepertinya sudah tahu persis jenis soal yang akan keluar  berdasarkan pengamatan pada Ujian Nasional di tahun-tahun sebelumnya dimana soal lebih sulit dari materi yang diajarkan di sekolah, soal tidak relevan, bahkan banyak soal yang tidak sah dan harus dianulir akibat kesalahan soal, akibat banyaknya soal dengan jawaban ganda, dan banyaknya soal tanpa jawaban.

Pelaksanaan UN menurut saya peribadi belum bisa diterapkan di Indonesia selama mental dan "RASA" para pemimpin masih belum memadai. Untuk sebagian kecil kalangan, memang sudah bisa diterapkan, tetapi bagaimana dengan daerah-daerah dengan tingkat ekonomi rendah? Bagaimana dengan daerah-daerah yang gurunya sangat kurang? Bagaimana dengan daerah-daerah yang pendidikan gurunya belum bisa menyesuaaikan dengan target soal UN?

Kalau saja pemerintah sedikit lebih bijak, apa susahnya menghapus UN sampai kesejahteraan dan tingkat pendidikan masyarakat sudah cukup merata. Kenapa? Banyangkan berapa milyar rupiah dana yang dipakai untuk mencetak soal Ujian Nasional, belum lagi dana untuk keperluan pengawasan independen. Kenapa biaya sebanyak itu tidak disalurkan saja untuk biasiswa? Kenapa biaya sebanyak itu tidak digunakan untuk hal-hal yang lebih penting seperti subsidi untuk saudar-saudara kita yang masih berada di bawah garis kesejahteraan?

Pelaksanaan UN tahun ini tidak lebih baik dari UN sebelumnya. UN tidak dilaksakan serentak di seluruh Indonesia, terbukti banyak daerah yang terlambat menerima soal, bahkan untuk memenuhi kekurangan soal, ada panitia ujian yang memfotokopi soal ujian. Di antara kemasan soal ada yang dicurigai tidak rapi sehingga dimungkinkan adanya kebocoran soal, lebih parah lagi, banyak soal Ujian Nasional yang rusak dan sobek. Berikut adalah beberapa bukti bahwa pelaksanaan UN hanya formalitas beberapa pihak dan sangat tidak berkualitas, bahkan tidak mustahil dapat menjadi sumber korupsi.

  1. Pelaksanaan UN tidak serentak
  2. Banyak soal UN yang rusak dan sobek
  3. Perusahaan pemenang tender pmbuatan soal itu-itu juga
  4. Banyak tim pengawas independen yang asal mengerjakan tugas tanpa mengawasi pelaksanaan UN dengan benar
  5. banyak pengawas ujian setempat tidak menerapkan aturan pelaksanan Ujian seperti melarang siswa peserta UN membawa ponsel dan gadget lainnya yang diperkirakan dapat mengganggu ujian atau menjadi media contek-menyontek
  6. Banyak siswa peserta Ujian Nasional yang dengan bebas membawa catatan untuk mencontek
  7. Adanya siswa peserta ujian yang membawa gadget untuk berkomunikasi mendiskusikan jawaban dari soal-soal UN
  8. Soal UN lebih sulit dari pelajaran yang diterima siswa selama belajar.

Dari sebagian kasus UN di atas sudah cukup jelas bahwa Rapor Merah Ujian Nasional patut kita berikan kepada pihak-pihak terkait khususnya para pemimpin di bidang pendikan. Sepertinya Ujian Nasional kini menjadi suatu hal yang penting, panas, perlu, dan seruu  bagi seluruh bangsa Indonesia.

Mungkinkan UN dihilangkan?

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam (Bagian I)

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam Allah menurunkan Al-Quran kepada umat manusia melalui nabi Muhammad SAW sebagai kitab suci terakhir untuk dijadikan pedoman hidup. Al-Quran yang tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya mengandung petunjuk-petunjuk yang dapat menyinari seluruh isi alam ini.

Sebagai kitab suci sepanjang zaman, Al-Quran memuat informasi dasar berbagai masalah termasuk informasi mengenai hukum, etika, science, antariksa, kedokteran dan sebagainya. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa kandungan Al-Quran bersifat luas dan luwes.

Mayoritas kandungan Al-Quran merupakan dasar-dasar hukum dan pengetahuan, manusialah yang berperan sekaligus bertugas menganalisa, merinci, dan membuat garis besar kebenaran Al-Quran agar dapat dijadikan sumber penyelesaian masalah kehidupan manusia.

Pada zaman Rasulullah, sumber hukum Islam ada dua yaitu Al-Quran dan As-Sunnah. Rasulullah selalu menunggu wahyu untuk menjelaskan sebuah kasus tertentu, namum apabila wahyu tidak turun, maka…