Friday, March 22, 2013

WajanBolic

Wajanbolic

Apa itu Wajanbolic?

Wajanbolic berasal dari dua kata yaitu wajan (alat penggorengan) dan bolic (parabolic). Jadi Wajanbolic adalah sebuah antena parabolic yang terbuat dari alat penggorengan berupa wajan yang berfungsi sebagai penerima (receiver) frekuensi tertentu. Wajanbolic sering dipakai untuk menerima sinyal access point yang menggunakan Wifi atau modem USB untuk mengakses internet.

Dengan menggunakan Wajanbolic, sinyal access point atau perangkat pemancar Wifi lain yang berada dalam jangkauan dapat lebih kuat dalam arti bukan sebagai penguat seperti amplifier atau repeater tetapi lebih cenderung pada perluasan daya tangkap sinyal. Dengan perancangan dan perhitungan wajanbolic yang benar dan akurat dimungkinkan akan dapat menangkap sinyal sampai 2 Km. Ini berbeda jika wireless receifer (penerima nirkabel) tidak dihubungkan dengan wajanbolic, sinyal aktual yang tertangkap tidak lebih dari 75m.

Cara membuat Wajanbolic sendiri cukup mudah, hanya dengan bantuan peralatan sederhana dan beberapa komponen penunjang, wajanbolic dapat dibuat dengan mudah. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah perhitungan antara feeder, panjang pipa pralon, jarak wireless receiver atau jarak antena tembaga dari ujung pipa pralon, dan jarang alumunium poil dari titik pusat wajan. Kesalahan dalam perhitungan dapat mempengaruhi daya tangkap sinyal.

Pembuatan wajanbolik biasanya menjadi tugas masiswa jurusan Teknik Informatika untuk mata kuliah teknik jaringan. Foto di bawah adalah para mahasiswa kelas karyawan Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB) jurusan Teknik Informatika yang sedang membuat wajanbolic.

Pembuatan Wajanbolic
Proses Pembuatan Wajanbolic

Wireless Receiver dapat ditempatkan di dalam pipa pralon kemudian dipasang kabel USB yang dihubungkan ke PC (Personal Computer) atau laptop melalui terminal USB. Metode lain adalah dengan memasang kabel tembaga yang berfungsi sebagai antena pada pipa pralon yang dipasang connector kemudian dihubungkan dengan kabel coaxial. Wireless receiver dihubungkan ke PC atau laptop yang terhubung dengan kabel coaxial.

Perbedaan penempatan wireless receiver tersebut akan mempengaruhi kabel apa yang digunakan. Jika wireless receiver disimpan pada wajanbolic, maka kabel yang dibutuhkan adalah kabel USB. Kelemahannya, wireless receiver dapat terkena hujan dan panas udara luar, disamping itu kabel USB tidak bisa dipasang terlalu panjang. Metode kedua akan membutuhkan kabel coaxial untuk menghubungkan antena tembaga dengan wireless yang dipasang di PC atau Laptop. Dengan cara ini, selain lebih awet karena wireless receiver tidak disimpan di wajanbolic, juga kabel dapat dipasang lebih panjang karena menggunakan kabel coaxial.

Proses Pembuatan Wajanbolic

Keunggulan Wajanbolic

  1. Memperluas jangkauan tangkapan sinyal
  2. Harga relatif murah
  3. Pembuatan mudah
  4. Sinyal yang diterima lebih baik
  5. Koneksi internet lebih stabil dan lebih cepat

Kekuragan Wajanbolic

  1. Kurang tahan terhadap angin sehingga siperlukan mounting (penyangga) yang kuat.
  2. Tampilan visual kurang profesional
  3. Tidak sesensitif antena parabola asli dalam menangkap gelombang sinyal
  4. Tidak tahan lama, harus melakukan kalibrasi ulang berkali-kali.

Komponen Penunjang Wjanbolic

  1. Reflektor yang terbuat dari wajan
  2. Pipa Pralon
  3. Lem Pralon
  4. Kabel Coaxial atau Kabel USB
  5. Konektor
  6. Wireless USB
  7. Alumunium Poil
  8. Kabel Tembaga
  9. Tiang Penyangga
  10. Double Tape
  11. Baud dan Mur

Proses Pembuatan Wajanbolic

  1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
  2. Lubangi bagian tengah wajan sebagai pengga pralon, sebagai tempat penyangga, dan sebagai lubang kabel. 
  3. Lakukan perhitungan sederhana untuk menentukan titik fokus (feeder/fw), panjang pralon, dan jarak tembaga yang berfungsi sebagai antena.
    Contoh :
    Parabolic dish dengan diameter (Dw) = 35 cm, kedalaman (dw) = 10 cm maka jarak titik fokus dari center dish : Fw= Dw^2/(16*dw) = 70^2 / (16*20) = 7,6cm.  Panjang Pralon (P) =  Panjang  aluminium poil (L) + Feeder (Fw).
  4. Setelah diameter wajan, kedalaman wajan, dan titik fokus wajan telah diketahui selanjutnya potong PVC paralon sepanjang 30 cm, kemudian beri tanda untuk jarak feedernya (daerah bebas aluminium foil). Untuk menentukan panjang feeder nya gunakan rumus di atas.

    Perhitungan Wajanbolic
    Perhitungan Wajanbolic
    Sumber: RuangSharing.com

    Perhitungan wajanbolic
    Perhitungan Wajanbolic
    Sumber: Comir Technology

  5. Pasang  penyangga wajanbolik untuk mempermudah pemasangan.
  6. bungkus PVC paralon dengan aluminium foil pada daerah selain feeder.
  7. Beri lubang pada bagian paralon untuk meletakkan kawat tembaga yang berfungsi sebagai antena penerima kemudian pasang connector coaxial.
  8. Pasang kabel coaxial untuk menguhubungkan antena dengan Wireless USB yang dipasang pada komputer.

Proses Pengujian Wajanbolic

  1. Pasang Wireless USB pada komputer kemudian install driver wireless USB tersebut.
  2. Aktifkan Wireless USB untuk menangkap sunyal yang berada dalam jangkauan.
  3. Perhatikan sinyal yang tertangkap kemudian connect ke jaringan wireless yang ada dan diperbolehkan
  4. Lakukan tes kecepatan internet dengan software atau dengan melakukan download file.
  5. Pasang antena wajanbolik dan hubungkan ke Wireless USB tadi.
  6. Ulangi langkah ke-3 dan ke-4
  7. Bandingkan kecepatan internet sebelum dan sesudah menggunakan wajanbolik.

Kesimpulan Hasil Pengujian

  1. Daya tangkap sinyal access point dan moden USB lebih kuat dengan jangkauan yang lebih jauh.
  2. Koneksi internet lebih stabil dan lebi cepat dibanding tanpa menggunakan wajanbolic.
  3. Makin atas penempatan wajanbolik, makin baik sinyal yang ditangkap.
  4. Arah wajanbolik dapat mempengaruhi daya tangkap sinyal.

    Hasil Pengujian Wajanbolic
    Hasil Pengujuan Wajanbolic

    Hasil Pengujian Wajanbolic
    Hasil Pengujian Wajanbolic

WajanBolic Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Yuda Isparela