Skip to main content

Sindikat Uang Palsu Tertangkap

Siapa yang tidak ingin kaya dengan harta yang melimpah, rumah yang mewah, kendaraan yang serba wah. Kekayaan yang sering diidentikan dengan banyak uang ini selalu menjadi bahan perbincangan banyak orang di berbagai media. Berharap menjadi orang kaya adalah hal yang sangat wajar karena memang sesuai dengan naluri, nafsu, dan kebutuhan hidup yang mau tidak mau harus dihadapi.

Berbagai cara dilakukan untuk memperoleh kekayaan, berbagai metode dilakukan untuk mendapatkan banyak uang, berbagai usaha dikerjakan untuk meningkatkan penghasilan. Sekali lagi, ini adalah hal yang wajar dan sangat logis. Namun demikian tidak sedikit orang yang ingin mendapatkan kekayaan dengan cara yang tidak logis dan bertentangan dengan akal sehat, bahkan mereka tidak ragu melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum negara dan hukum agama untuk mencapai tujuan tersebut.

Mereka yang terlalu ambisius ingin mendapatkan kekayaan dengan cara cepat justru sering menjadi korban penipuan. Sebut saja Jay, ia berhasil mendapatkan keuntungan dari banyak orang melalui penukaran uang asli dengan uang palsu. Dengan iming-iming melipatgandakan uang, para korban dengan mudahnya menyerahkan uang asli kepada Jay.

Uang Palsu
Kepada salah satu korban Jay menjanjikan untuk melipatgandakan uang Rp300.000.000,- (Tiga ratus juta rupiah) menjadi lima kali lipat. Anehnya korban tidak merasa curiga akal busuk yang telah direncanakan Jay dengan matang, mungkin karena terlalu ambisi ingin cepat kaya. Beberapa hari kemudia Jay membawa uang sebesar Rp1.500.000.000,- (satu setengah miyar rupiah) kepada korban sesuai dengan janjinya, kemudian Jay menuruh korban untuk memeriksa dan menghitung uang tersebut kalau-kalau ada yang kurang. Transaksi pun selesai dilakukan. Dengan penuh percaya diri, Jay bergegas pergi untuk mencari korban berikutnya.

Korban sendiri baru merasa bahwa dirinya telah tertipu setelah uang yang tadi telah dilipatgandakan sebagian besar tidak laku alias tidak bisa digunakan untuk membeli atau membayar apapun karena memang merupakan uang palsu. Jay sengaja menempatkan uang sebesar Rp3.000.000,- (Tiga juta rupiah) di atas tumpukan uang palsu tadi. Jadi sebenarnya bukan lima kali lipat yang didapat tetapi 1/100 (0.01) dari total uang tadi, sisanya adalah uang palsu.

Informasi ini diketahui setelah Jay sebagai salah satu sindikat uang palsu tertangkap. Jay menceritakan bagaimana cara pembuatan uang palsu dan bagaimana ia menukar uang palsu dengan uang asli kepada korban-korbannya. Berapa milyar rupiah keuntungan yang telah ia peroleh dari korban-korbannya selama ini.

Meskipun perbedaan uang asli dan uang palsu tidak terlalu jauh, tetapi ternyata mayoritas masih dapat membedakan mana uang palsu dan mana uang asli jika diperhatikan dengan seksama tanpa bantuan detector uang. Ini baru dari seorang Jay, belum lagi Jay lain yang masih berkeliaran dengan bebas di luar sana mencari korban-korban yang terlalu berambisi ingin cepat kaya.

Kini salah satu sindikat uang palsu sudah berhasil ditangkap, Jay pun mendekan di penjara dan akan diproses secara hukum. Pihak kepolisian menghibau seluruh masyarakat Indonesia agar lebih berhati-hati ketika melakukan transaksi terutama dengan uang seratus ribuan karena kebanyakan uang palsu yang dibuat para sindikat uang palsu adalah pecahan Rp100.000,-. Jangan sampai kita menjadi korban penipuan berikutnya.

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam (Bagian I)

Alquran Sebagai Sumber Hukum Islam Allah menurunkan Al-Quran kepada umat manusia melalui nabi Muhammad SAW sebagai kitab suci terakhir untuk dijadikan pedoman hidup. Al-Quran yang tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya mengandung petunjuk-petunjuk yang dapat menyinari seluruh isi alam ini.

Sebagai kitab suci sepanjang zaman, Al-Quran memuat informasi dasar berbagai masalah termasuk informasi mengenai hukum, etika, science, antariksa, kedokteran dan sebagainya. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa kandungan Al-Quran bersifat luas dan luwes.

Mayoritas kandungan Al-Quran merupakan dasar-dasar hukum dan pengetahuan, manusialah yang berperan sekaligus bertugas menganalisa, merinci, dan membuat garis besar kebenaran Al-Quran agar dapat dijadikan sumber penyelesaian masalah kehidupan manusia.

Pada zaman Rasulullah, sumber hukum Islam ada dua yaitu Al-Quran dan As-Sunnah. Rasulullah selalu menunggu wahyu untuk menjelaskan sebuah kasus tertentu, namum apabila wahyu tidak turun, maka…