Skip to main content

Cara Aman Memilih Rumah KPR

Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok hidup manusia. Melalui penataan rumah yang baik dapat menimbulkan suasana yang baik pula sehingga kondisi dan situasi para penghuni rumah dapat merasa lebih aman dan nyaman. Aman dari berbagai gangguan alam seperti hujan, banjir, cuaca buruk, udara, dan dari gangguan keamanan lain yang timbul akibat kondisi sosial seperti pencurian, peramppokan dan sebagainya.

Dari kondisi tadi dapat disimpulkan bahwa mealalui rumah ideal diharapkan dapat menumbuhkan keluarga dan generasi yang bermanfaat khusunya bagi lingkungannya sendiri dan umumnya bagi bangsa dan negara. Pendidikan, tatakrama, etika, dan hubungan sosial lain dapat diciptakan dengan baik melalui kondisi rumah yang baik. Untuk itulah sebisa mungkin rumah harus dibangun dengan se-ideal dan se-sempurna mungkin.

Ideal dan sempurna sebuah rumah atau perumahan bukan berarti rumah terebut harus mahal, luas, dan mewah. Dari rumah ukuran sederhana dan dengan harga relatif murah pun dapat diciptakan suasana dan penataan yang ideal layaknya rumah mewah. Tidak jarang perumahan kecil justru kondisinya lebih baik dari perumahan yang harganya selangit.

Banyak pelaku bisnis dan pengusaha yang sengaja mencari perumahan di lokasi-lokasi strategis sesuai kebutuhan. Mereka umumnya berkeinginan memiliki kondisi rumah denagn kondisi lingkungan yang aman dan nyaman. Dari alasan tersebut banyak para pengelola KPR yang berlomba untuk menggaet para konsumen dengan cara meningkatkan kondisi keamanan dan keamanan perumahan disamping keindahan dan estetika rumah tersebut.

Banyaknya para pengelola properti perumahan saat ini terkadang dapat membingungkan para pencari perumahan itu sendiri. Harga dan lokasi umumnya menjadi kriteria pokok sebelum membeli rumah, namun bukan berarti hal lainnya tidak begitu penting. Untuk menghindari kekecewaan di masa yang akan datang, berikut adalah beberapa tips memilih rumah dengan KPR.

Pastikan lokasi perumahan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan, termasuk harga, luas tanah, luas bangunan, dan ketersediaan fasilitas serta infrastruktur yang diperkirakan akan dibutuhkan. Disamping itu perkembangan ke depan harus juga diperhitungkan.

Pastikan bahwa pihak pengembang bukan “Oknum”. Untuk mengetahui hal ini dapat bertanya langsung melalui konsumen yang telah lebih dulu membeli perumahan tersebut. Jika ingin lebih yakin, Anda dapat menanyakan kepada asosiasi pengembangan perumahan seperti Ap2ersi, REI, Apersi, atau Apernas.

Hal penting lainnya adalah memastikan legalitas perumahan yang dipilih seperti Izin lokasi/ IPT, Izin Mendirikan bangunan (IMB), dan status persertifikatannya. Pengembang yang baik tidak akan keberatan jika hal tersebut ditanyakan, bahkan akan menjelaskan hal-hal lain yang sekiranya dibutuhkan konsumen.

Jangan tertarik dengan penawaran cash back dan diskon yang kurang logis. Hal ini dikarenakan jika ukuran sama, pasti spesifikasinya pun tidak akan jauh berbeda dengan pengembang lain karena harga rumah pun relatif sama untuk tipe dan fasilitas yang sama. Yang membedakan harga sebuah rumah adalah lokasi perumahan yang berkaitan dengan harga tanah di lokasi tersebut dan fasilitas yang ada.

Pastikan biaya-biaya lain yang mungkin yang mungkin timbul di luar uang muka seperti kelebihan tanah, biaya proses, dan pajak agar Anda tidak merasa “ditotong” di belakang hari.

Tanyakan sistem pinalti yang diterapkan pihak pengembang jika terjadi pembatalan pemesanan supaya Anda tidak merasa dirugikan.

Perhatikan bank yang digunakan pihak pengembang KPR. Jangan terjebak oleh penawaran bunga yang rendah di awal tetapi di tengah-tengah masa cicilan dikenakan bunga tinggi. Pastikan sistem bunga yang diterapkan, flat, anuitas, menurun, atau bunga yang mendapat subsidi pemerintah.

Agar pengajuan KPR lancar, pastikan catatan pinjaman Anda ke bank (leasing, kredit, kartu kredit, dan lain-lain) tidak ada tunggakan. Sebagi informasi tambahan, jika Anda adalah karyawan swasta dan sudah menjadi anggota Jamsostek, ada fasilitas pinjaman uang muka dari Jamsostek yang besarnya sekitar Rp10 juta sampai Rp50 juta.

Endrawan Natawira (Pengurus AP2ersi)
Pikiran Rakyat (Rabu, 23 Maret 2013)

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…