Skip to main content

Alam Pegunungan

Alam Pegunungan. Begitu terdengar kata-kata itu, terlintas di benak kita suatu tempat wisata yang indah di daerah yang dilindungi kelestariannya oleh Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. Untuk sebagian orang mungkin berpikir bahwa alam pegunungan berada di sekitar hutan lindung yang belum terjamah oleh kebanyakan orang.

Kita mungkin tidak menyangka bahwa alam pegunungan seperti tampak pada foto di bawah justru berlokasi di daerah perkotaan tepatnya di daerah Banjaran Bandung Selatan Jawa Barat. Meskipun bukan kota besar tetapi kemajuan teknologi informasi dan komputer sudah sampai di kota itu. Di sekitar Pasar Tradisional Banjaran saja, kini sudah banyak pasar swalayan dan supermarket untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sana, transportasi umum pun sudah sampai ke kota kecil tersebut.

Tampak jelas pada foto bahwa di tengah keramaian kota masih ada secuil sawah dan kebun yang merupakan tempat usaha para petani di daerah tersebut. Keindahan alam pegunungan di sana seharusnya tetap lestari sehingga anak cucu generasi penerus masih dapat menikmati indahnya alam Indonesia. Andai saja tempat tersebut dikelola dengan baik melalui campur tangan Pemerintah Daerah, bukan hal mustahil daerah tersebut dapat dijadikan tempat wisata yang cukup indah untuk dipamerkan ke dunia luar tanpa mengganggu lahan pertanian dan perkebunan yang sebelumnya sudah menjadi tradisi turun temurun.

Kalau saja tempat tersebut dikenalkan dan dijadikan suatu tujuan wisata, tentu keindahan panorama alam di sana akan lebih lestari karena adanya peraturan khusus yang melindungi daerah tersebut sebagai sumber pendapatan daerah. Bukan hanya itu, kendaraan transportasi di sana ada yang masih menggunakan delman atau keretek (bahasa Sunda).

Alam Pegunungan
Alam Pegunungan: Sawah di Pegunungan
Sumber Foto: Link Sukses
Alam Pegunungan
Alam Pegunungan: Sawah di Musim Tanam
Sumber Foto: Link Sukses
Alam Pegunungan
Alam Pegunungan: Sawah dan Kebun di Kaki Pegunungan
Sumber Foto: Link Sukses

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…