Belajar dari Blog Sahabat

Menulis artikel di sebuah blog kini sudah banyak dilakukan orang, bahkan tidak sedikit yang sudah mulai gemar bergelut di dunia posting. Blog bukan lagi milik kalangan tertentu. Kini siapapun dapat mempunyai blog dengan mudah dan cepat. Hanya beberapa menit saja, blog dapat dengan mudah dibangun meskipun masih menggunakan layanan gratis seperti Blogger (blogger.com).

Apapun isinya, para penulis pasti mempunyai maksud dari tulisannya itu. Di antara mereka bertujuan sekedar mengekpresikan ide dan inspirasi, yang lain sengaja menjadikan blog sebagai catatan dan online diary, dan tidak jarang yang menjadikan blog sebagai media berbisnis (bisnis internet).

Terlepas dari apa yang ditulis dan apa tujuannya, blog dapat dijadikan media komunikasi dan diskusi antara penulis dan pembaca, antara penulis dan penulis, bahkan antara pembaca dan pembaca melalui kolom komentar. Sebelum menulis, author blog biasanya mencari ide yang tepat agar dapat membuat artikel menarik untuk dipublikasikan sehingga dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Pencarian ide inilah yang terkadang sulit sehingga banyak blogger yang sengaja meluangkan waktu untuk melakukan survey melalui mesin pencari atau dengan cara blogwalking sekedar untuk mendapatkan inspirasi sebelum menulis.

Untuk mencapai tujuan penerbitan artikel tadi tentunya harus didukung metode yang tepat yang masing-masing author mempunyai jurus andalan. Meski setiap blogger mempunyai teknik berbeda, tetapi intinya sama yakni kualitas konten. Dengan konten yang berkualitas diharapkan akan mengundang pengunjung yang datang untuk mencicipi beragam informasi. Lantas bagaimana agar konten yang dibuat berkualitas?

Pertama, cari ide unik yang diprediksi banyak dibutuhkan orang, kemudian rancang ide tersebut menjadi sebuah artikel. Kedua, belajar dari blog sahabat yakni dengan mempelajari teknik-tenkik apa saja yang digunakan blog tersebut untuk dapat meningkatkan kualitas konten. Bisa dengan bertanya langsung pada author blog melalui email atau dengan cara berdiskusi melalui kolom komentar yang tersedia. Teknik ini cukup baik karena tidak jarang blogger senior yang dengan senang hati memberikan informasi yang kita butuhkan.

Sejelek apapun blog yang kita kunjungi pasti ada poin penting yang dapat kita ambil sebagai referensi untuk perbaikan blog kita sendiri. Belajar dari blog sahabat bukan berarti harus selalu dari blog para senior dengan trafik pengunjung tinggi. Kenapa demikian? Kita dapat mencoba menerapkan metode dari blog para senior tetapi jika blog yang dikunjungi kurang berkualitas, kita pun masih bisa mengambil pelajaran dari kekurangan-kekurangan yang kita lihat di blog tersebut. Contoh, jika desain blog yang kita kunjungi kurang baik, kita dapat mengambil pelajaran agar desain blog kita lebih baik. Demikian juga ketika menemukan artikel yang kurang mengena dengan tata bahasa yang kurang baik, kita pun masih bisa mengambil pelajaran dari kondisi itu yakni dengan cara tidak menerapkannya di blog kita.

Sebenarnya banyak sekali metode yang dapat digunakan agar blog kita memiliki konten unik dan berkualitas, SEO (Search Engine Optimization) misalnya. Pada posting ini saya hanya ingin berbagi salah satu metoda yang menurut saya cukup baik untuk meingkatkan kualitas konten yaitu dengan cara belajar dari blog sahabat meskipun kontennya tidak relevan dengan blog kita.

Sahabat berpendapat lain? Silakan sharing di sini.

Comments

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Kapasitor atau Condensator